SBY Boediono Abaikan Hak-Hak Korban Lumpur Lapindo
Koalisi Ornop Galang Donasi Publik
Jatam, Tidak salah jika dikatakan bahwa tragedi semburan lumpur Lapindo adalah sebuah Monumen Daya Rusak Pembangunan. Hampir genap enam tahun tragedi semburan lumpur namun penyelesaiannya tak kunjung ada titik terang. Warga tak kunjung dapat hak-haknya. Dapat dikatakan SBY Boediono Abaikan Hak-Hak Korban Lumpur Lapindo.
Tidak kenal letih dan kata menyerah, warga korban terus melakukan bermacam upaya untuk mendapatkan hak-haknya. Terutama hak untuk hidup layak dengan sumber penghidupan dan lingkungan hidup yang sehat. Bahkan dengan dukungan dan bantuan berbagai elemen masyarakat pun, korban lumpur Lapindo belum juga berhasil mendapatkan hak-haknya.
Warga desa mindi yang berdekatan dengan tanggul contohnya. Mereka menuntut dimasukkannya sebagai desa terdampak. Begitu juga warga desa Reno joyo (dahulu Reno Kenongo) kembali menagih janji Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk melanjutkan pembayaran yang tersendat.
Sepanjang tahun 2011 tercatat korban jiwa 89 orang akibat Semburan buble gas beracun , pergeseran tanah memicu pecahnya pipa PDAM (24/1/2012). Sementara semburan lumpur terus mengalir hingga menenggelamkan 11 desa 33 sekolah dan 800 ha tanah warga. Ancaman atas keselamatan warga pun bertambah, akibat patahan hingga jarak puluhan kilo dan ada gas liar yang muncul di rumah warga dan sangat membahayakan.
Sementra itu kebijakan–kebijakan justru nampak menguntungkan bakrie dan para mitranya. Misalnya kebijakan –kebijakan yang membuat korban tak diakui sebagai korban , bahkan memicu perpecahan antar korban lapindo. Dalam dukungannya kami juga menyayangkan pemerintah yang tak berani dan tegas terhadap bakrie – pemilik lapindo brantas ironisnya pemerintah telah memutuskan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menangani dampak luberan lumpur ini.
Sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan bagi anak-anak korban Lapindo yang terancam putus sekolah. Koalisi Ornop yang terdiri dari JATAM, Walhi, Institut Hijau Indonesia (IHI), Kontras, Kiara, Solidaritas Perempuan, ICEL, YLBHI, Imparsial, Satu Dunia dengan mengusung tema “SBY Boediono Abaikan Hak-Hak Korban Lumpur Lapindo, Mengelar aksi solidaritas untuk anak korban lumpur lapindo. Kegiatan berlangsung pada minggu 29 januari 2012 di areal Bundaran Hotel Indonesia.
Acara ini juga mendapat dukungan dari fadly “Padi” dan seniman lainnya. Diharapkan dengan adanya donasi Sahabat Lumpur lapindo ini ada kesadaran dari publik menyisihkan dana untuk anak yang menjadi korban dari tidak beresnya penanganan korban Lumpur lapindo.