Setya Novanto Melukai Gereja dan Masayarakat NTT

0
873
Ilustrasi Setya Novanto. © Kiagus Aulianshah /Beritagar.id

[8 Maret 2105] – “Daerah ini kaya mangan, marmer, emas, dan pasir besi. Namun saat investor hendak mengelola potensi sumber daya alam ada penolakan dari LSM yang berlindung di bawah gereja. Karena itu, gereja sebagai elemen penting dalam pembangunan NTT, harus memberi pencerahan kepada masayarakat termasuk LSM agar menerima investor yang memiliki niat baik membangun daerah ini, “ kata Novanto di seminar bertajuk “Mampukah NTT sebagi Pintu Gerbang Selatan Indonesia yang Sukses”, dalam rangka HUT ke-410 Greja Protestan Masuk Indonesia di Kupang, Kamis (26/2/2015). (Harian Kompas, 27 Februari 2015)

Inilah pernyataan Setya Novanto yang menyudutkan dan menuding Gereja dan LSM Tolak Tambang di NTT sebagai biang kegagalan pembangunan dan kesejahteraan di NTT. Novanto tampak tidak memahami mengapa Gereja dan LSM menolak tambang di NTT. Novanto juga tampaknya tidak mengerti bagaimana peran Gereja, yang sudah ada di NTT sebelum terbentuk bangsa Indonesia, dalam konteks social, ekonomi, politik di NTT. Padahal, Novanto adalah legislator yang sudah empat periode mewakili dapil NTT. Sebenarnya, Novanto harus memahami kebutuhan riil masayarakat NTT.

Koalisi menduga Novanto mengeluarkan pernyataan demikian karena didorong oleh beberapa hal :

1. Novanto tidak menggunakan masa reses untuk mendengarkan aspiarsi rakyat NTT sehingga tidak mengetahui kebutuhan riil rakyat NTT. Koalisi menduga Novanto menjadi DPR RI dari dapil NTT hanya untuk mendapat kepentingan politik dan ekonomi demi mengeksploitasi alam dan rakyat NTT.

2. Koalisi menduga Novanto berupaya melindungi bisnisnya di bidang pertambangan di NTT. Novanto diduga sebagai salah satu pemain tamabang di NTT. Salah satu perusahannya adalah PT Laki Tangguh di Kabupaten Ngada, Bejawa, Flores, NTT.

3. Novanto tidak memahami kondisi di NTT serta bagaimana Gereja dan LSM berjuang menolak tambang di NTT. Novanto sebenarnya harus mengetahui bahwa Gereja sudah ada sebelum bangsa Indonesia terbentuk dan telah melakukan upaya – upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masayarakat NTT, seperti membangun rumah sakit, sekolah, dan kegiatan lainnya.

Koalisi dan Gereja menolak tambang bukan tanpa alasan. Berikut adalah alasan Koalisi dan Gereja menolak tambang di NTT :

1. Potensi terbesar yang ada di NTT bukanlah berasal dari pertambangan. Potensi terbesar NTT adalah pertanian, perternakan, perikanan, kelautan, perkebunan dan pariwisata. Dengan demikian investasi yang paling mungkin mendatang kesejahteraan masayarakat NTT adalah Investasi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, perkebunan dan pariwisata. Sementara investasi di bidang tambang cenderung destruktif. Hal ini di perkuat dengan fakta yang diungkapkan Walhi NTT bahwa sektor pertambangan di NTT hanya menyumbang 0,012 persen untuk PAD. Sektor pertanian dan peternakan menyumbang hampir 50 persen untuk PAD.

2. NTT terdiri pulau – pulau kecil yang rentan terhadap bencana, keterbatasan pangan dan air. Kehadiran tambang dapat memperparah situasi tersebut.

3. Pertambangan telah memarginalisasikan masayrakat NTT muali dari proses perizinan, eksplorasi dan eksploitasi. Misalnya, tahap perizinan, masayarakat tidak mengetahui bahwa di daerahnya akan dilakukan aktivitas tambang. Perizinan menjadi ruang kongkalingkong antara penguasa dengan pengusaha. Padahal, dalam UU Minerba di haruskan ada persetujuan dari warga untuk melakukan investasi pertambangan. Pada tahap perizinan ini sangat berpotensi terjadi korupsi. Sedangkan pada tahap eksplorasi dan eksploitasi, proses marginalisai terjadi karena masayarakat NTT yang notabene umumnya mempunyai pekerjaan di sektor pertanian, peternakan dan perkebunan hanya menjadi buruh tambang. Mereka bekerja di bidang mereka yang tidak di ketahui kuasai sehingga kosekuensinya mereka hanya menjadi pekerja dengan upah rendah.

4. Pertambangan di NTT telah menyebabkan terjadi degradasi lingkungan. Aktivitas pertambangan terbukti telah menimbulkan kerusakan lingkungan atau ekologis. Bahkan kebanyakan tambang di NTT dilakukan di daerah hutan lindung. Kerusakan ekologis ini tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh dari tambang. Tambang juga dapat meracuni air bersih, menyebabkan polusi udara, merusak hutan dan lahan pertanian serta ekosistem alam.

5. Tambang di NTT juga telah menghancurkan tatanan social masayarakat adat di NTT, menghancurkan hak ulayat masayarakat, mencaplok tanah milik warga, menciptakan konflik horizontal (antara sesama warga) dan vertical (antara warga dengan penguasa dan pengusaha), menghancurkan masa depan generasi penerus dan menimbulkan penyakit yang dapat menyebabkan kematian.

Bertolak dari fakta – fakta diatas, maka kami dari Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Tambang di NTT, menyatakan sikap :

1. Koalisi mersa terluka dengan pernyataan Novanto yang tidak tahu diri dengan menuding dan menyudutkan gereja, LSM dan masayrakat NTT sebagai penyebab kegagalan di NTT karena menolak investor tambang. Padahal, Novanto adalah wakil rakyat NTT yang harus mengetahui kebutuhan riil rakyat NTT. Novanto harus belajar banyak Gereja dan tentang masayarakat NTT.

2. Novanto harus mengklarifikasi pernyataan. Novanto harus menjelaskan mengapa dia mengeluarkan pernyataan seperi itu dengan argumentasi – argumentasi yang menunjang pernyataan, Gereja dan LSM yang mana dimaksudnya,
3. Novanto harus meminta maaf kepada Gereja dan Masayarakat NTT serta mencabut kembali pernyataanya.

4. Koalisi mendesak Novanto sebagi salah satu pemain tambang di NTT, segera menghentikan berbagai aktivitas pertambangan yang dijakankan perusahaanya.

Jika Novanto tidak memenuhi tuntutan kami, kami sebagai masyarakat NTT akan mengambil mandat kami yang telah diberikan kepada Novanto untuk menjadi anggota DPR. Kami akan menyatakan mosi tidak percaya dan menuntut Novanto mundur dari DPR RI yang mewakili NTT.

Hormat Kami

Koalisi Masayrakat Sipil Tolak Tambang Untuk NTT

JPIC-OFM Indoesia, JPIC-OFM Timor, Walhi, Walhi NTT, Angkatan Muda Anti Korupsi (AMAK) NTT, JATAM, Formadda NTT, PMKRI, GMNI, BEM STKIP Ruteng, Forum Pemberantas Anti Mafia Pendidikan NTT (Forsming NTT), Save NTT, TPDI, Komite Masayarakat Ngada Jakarta (Kommas Ngada Jakarta), Arman Suparman (Inisiator Petisi Desak Novanto Minta Maaf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here