Empat tahun terakhir, kabinet Indonesia Bersatu sudah 3 kali menaikkan harga BBM dengan alasan sama : harga minyak dunia naik, subsidi yang melambung harus ditanggung pemerintah. Tapi sepanjang waktu itu, tak ada tindakan genting dilakukan SBY untuk lepas dari ketergantungan BBM dan berdaulat atas sumber energinya. Yang terakhir terjadi lagi krisis listrik. Celakanya, batubara dan gas – energi alternatif tak terbarukan, malah sebagian besar dijual ke pihak asing. Siapa yang dilayani kabinet SBY sebenarnya? Sampaikan pendapat anda ke Forum JATAM
Kalimantan Selatan memang kaya batubara, yang menjadi sumber dari pembangkit listrik. Bahkan nomor dua setelah Sumatera Selatan. Namun saat ini yang terjadi, warga Kalimantan Selatan harus terbiasa dengan listrik yang “byar pet”, atau nyala mati. Pagi nyala, malam mati.
Nasib korban lumpur Lapindo makin tak jelas. Ironisnya, pengurus negara lebih
sibuk membangun citra dirinya dibanding memastikan keselamatan warga
korban dalam jangka panjang. Pemimpin negara bagai mati rasa dan hilang
nurani.
Datanglah sore nanti, 30 Mei 2008, jam 16.00 - 19.00 wib di depan istana negara, dukung
aksi solidaritas untuk korban Lapindo: Tahlil Kematian Nurani Pemimpin
Negara.
Lebih dari 100 warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, berunjuk rasa di halaman gedung DPRD Kabupaten Jepara, Senin (25/8). Mereka menolak penambangan pasir besi oleh PT Pasir Rantai Emas di wilayah mereka karena dinilai merusak lingkungan.