PT Lapindo Brantas Inc membohongi publik lagi. Lewat siaran pers , 22 Oktober 2008 lalu tentang hasil Konferensi para ahli Geologi di London 21-22 Oktober 2008, Lapindo menyatakan jika lumpur Lapindo berasal dari mud volkano. Dan informasi ini yang kemudian dikutip banyak media.
Padahal Richard Davies, geolog yang dikutip oleh Lapindo menyatakan bahwa Lumpur Lapindo disebabkan oleh operasi pemboran.
Ini bukan pertama kali dilakukan Lapindo Brantas. Korporasi tersebut berulang kali mengarahkan opini publik dan menutup-nutupi fakta dengan berbagai cara, termasuk membuat iklan-iklan yang menyesatkan di berbagai media.
Apa pendapat anda terhadap kebohongan Lapindo Brantas ini? Sampaikan di Forum JATAM
Warga di Pulau Kabaena – Sulawesi Tenggara tidak bisa hidup
tenang. Rumput laut yang dulu jadi andalan hidup mereka, kini tak
bisa diandalkan lagi. Hasilnya turun sangat drastis. Itu terjadi sejak banyaknya lumpur merah di sepanjang pantai yang berasal dari
atas bukit Bumbuntuwele.
Oleh Em. Lukman Hakim,
BP.Jatam & Dosen Unija Madura, dimuat Harian Kontan, 23 Juli
Usulan untuk menyegerakan beroperasinya blok migas
di Indonesia sebagaimana yang kini ditempuh pemerintah dengan cara
membuka tender baru bagi 50 blok migas tidak akan berdampak bagi
tertuntaskannya krisis energi selama KEN dan PEN masih tetap ‘hanya’
menguntungkan perusahaan asing
Masa Otonomi Daerah, pelaku tambang menyerbu Pulau kecil. Padahal, ia punya karakteristik budaya dan sistem nilai khas serta rentan dengan kawasan tangkapan air dan lahan budidaya yang terbatas
Warga yang tergabung dalam Sedulur Sikep, yang menolak pembangunan pabrik PT SG di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, mengaku diintimidasi agar menyetujui pembangunan pabrik itu.
Ini kumpulan kasus-kasus pertambangan, minyak dan gas sepanjang tahun 2001 hingga 2003. Buku ini berisi 99 artikel yang merekam kasus dan isu, mulai ExxonMobile di Aceh hingga tambang Freeport di Papua Barat.