Empat tahun lebih anak-anak korban lumpur Lapindo telah kehilangan masa depan dan harapan mereka, sejak Lapindo Brantas menenggelamkan tempat tinggal, sekolah, seluruh desa hingga tempat orang tua mereka mencari nafkah.
Pemerintah dan Lapindo sibuk mengurusi jual beli lahan dan tanggul yang tak kunjung selesai hingga hari ini. Sementara nasib pendidikan akan-anak tak pernah ada dalam pikiran mereka.
Saat tahun ajaran baru seperti saat ini, anak-anak korban lumpur Lapindo kesulitan biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Mereka membutuhkan uluran tangan anda agar kelanjutan pendidikan mereka tak bernasib sama seperti kampung halamannya, terkubur lumpur Lapindo.
Sampaikan dukungan anda untuk membantu pendidikan anak-anak korban lumpur Lapindo di www.jatam.org
Oleh Anto Sangaji, Mahasiswa Doktoral di York University, Kanada. Dimuat di IndoProgress
Apa yang dilakukan oleh Newmont sendiri hanya salah satu contoh saja, bagaimana perusahaan-perusahaan pertambangan membangun citranya sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan. Kunjungi saja situs-situs perusahaan-perusahaan itu dunia maya, aneka informasi atau bahkan propaganda dilakukan untuk mencitrakan diri sebagai perusahaan dengan kinerja lingkungan hidup yang baik dan benar. Tengok situs PT Inco, perusahaan pertambangan yang dipandang paling menghormati lingkungan, seperti terpampang di sana, korporasi mengklaim mempraktikkan apa yang disebut "sustainable development", mantera yang populer di negeri ini sejak 1980an.
Perkumpulan Pikul, CIS Timor, KontraS Nusa Tenggara, PIAR, Bengkel APPEK, Koalisi Akar Rumput, NTT-Policy Forum, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, PMPB, Partai Rakyat Demokratik, Forum Peduli Pembangunan Sumba Timur
Kupang, 2 Juni 2010
Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Kupang, memberi dukungan terhadap masyarakat Wanggameti yang berupaya melindungi kelestarian lingkungan hidup dengan menolak pertambangan di kawasan Wanggameti. Dukungan ini diberikan setelah sejumlah aksi penolakan warga baik di Sumba Timur, juga setelah mendengar langsung dampak yang dapat terjadi jika tambang di kawasan Wanggameti beroperasi.
Oleh Bambang Catur Nusantara, dimuat di Kompas, 1 Juni 2010
Awal Januari 2010 gelembung-gelembung gas mulai menyeruak dari halaman rumah Irsyad. Mantan petani dari Besuki Timur ini terkaget-kaget. Ia sangat cemas karena gas ini menyala saat tersulut api. Meski hanya berlangsung beberapa hari, kejadian ini bisa menunjukkan betapa ia dan warga Besuki Timur, Ketapang, Mindi, Jatirejo Barat, Siring Barat, Gedang, dan desa-desa di sekitar pusat semburan hidup sangat tidak aman. Selama empat tahun, tak kurang dari 180 semburan dan gelembung gas dijumpai. Kondisinya dibiarkan, beberapa ditangani, selebihnya hanya ditandai papan bertulis berbahaya.
Harga perhiasan tidak hanya yang tertera di toko saja. Karena itu belum termasuk penggusuran warga, pembabatan hutan lindung, perusakan kawasan produktif, pembuangan limbah berjumlah besar ke alam, yang menyertai pengerukan emas, nikel, tembaga hingga batubara untuk listrik.
Palembang: Ribuan liter minyak mentah dari pipa tua
Pertamina yang bocor di Kelurahan Karya Mulya, Palembang, Sumatra
Selatan, terbakar. Saksi mata mengatakan, tumpahan minyak yang terbakar
terjadi sejak pukul 06.00 WIB, Jumat (13/8). Diduga kebakaran berasal
dari pipa tua yang bocor tapi tidak diperbaiki Pertamina.
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".