Empat tahun lebih anak-anak korban lumpur Lapindo telah kehilangan masa depan dan harapan mereka, sejak Lapindo Brantas menenggelamkan tempat tinggal, sekolah, seluruh desa hingga tempat orang tua mereka mencari nafkah.
Pemerintah dan Lapindo sibuk mengurusi jual beli lahan dan tanggul yang tak kunjung selesai hingga hari ini. Sementara nasib pendidikan akan-anak tak pernah ada dalam pikiran mereka.
Saat tahun ajaran baru seperti saat ini, anak-anak korban lumpur Lapindo kesulitan biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Mereka membutuhkan uluran tangan anda agar kelanjutan pendidikan mereka tak bernasib sama seperti kampung halamannya, terkubur lumpur Lapindo.
Sampaikan dukungan anda untuk membantu pendidikan anak-anak korban lumpur Lapindo di www.jatam.org
Siaran Pers AMMALTA, JATAM, WALHI, KIARA, ICEL, 26 Mei 2010
Senin 24 Mei 2010 lalu, telah digelar sidang terakhir untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi para pihak dalam perkara gugatan 8 warga dari Likupang dan Kota Bitung Sulawesi Utara di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terhadap Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai tergugat yang diduga melakukan kesalahan administrasi dan mengambil wewenang pemerintah daerah – Gubernur.
Bulan Mei 2006 adalah bulan yang tidak pernah dilupakan oleh warga Porong, Sidoarjo. Bahkan mungkin juga tidak pernah dilupakan oleh kita sebagai warga Indonesia. Pasalnya, pada bulan itu lumpur Lapindo untuk pertama kalinya menyembur di Porong, Sidoarjo. Lumpur itu kemudian yang menenggelamkan seluruh tanah, rumah dan harapan warga Porong untuk hidup lebih baik sebagai warga negara.
Usianya belum lagi genap lima belas tahun namun dia musti memikul beban yang amat berat. Bekerja dari pukul lima sore hingga pukul 2 dini hari harus dilakoninya tiap hari. Tak ada libur dan tak ada waktu main-main, belanja di mall, nonton bioskop, mencoba cinta monyet, atau bersekolah layaknya gadis-gadis remaja seusianya.
Palembang: Ribuan liter minyak mentah dari pipa tua
Pertamina yang bocor di Kelurahan Karya Mulya, Palembang, Sumatra
Selatan, terbakar. Saksi mata mengatakan, tumpahan minyak yang terbakar
terjadi sejak pukul 06.00 WIB, Jumat (13/8). Diduga kebakaran berasal
dari pipa tua yang bocor tapi tidak diperbaiki Pertamina.
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".