Empat tahun lebih anak-anak korban lumpur Lapindo telah kehilangan masa depan dan harapan mereka, sejak Lapindo Brantas menenggelamkan tempat tinggal, sekolah, seluruh desa hingga tempat orang tua mereka mencari nafkah.
Pemerintah dan Lapindo sibuk mengurusi jual beli lahan dan tanggul yang tak kunjung selesai hingga hari ini. Sementara nasib pendidikan akan-anak tak pernah ada dalam pikiran mereka.
Saat tahun ajaran baru seperti saat ini, anak-anak korban lumpur Lapindo kesulitan biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Mereka membutuhkan uluran tangan anda agar kelanjutan pendidikan mereka tak bernasib sama seperti kampung halamannya, terkubur lumpur Lapindo.
Sampaikan dukungan anda untuk membantu pendidikan anak-anak korban lumpur Lapindo di www.jatam.org
JATAM mendesak Menteri Lingkungan Hidup - Bapak Gusti Muhammad Hatta untuk mengeluarkan rekomendasi
kepada Bupati Barito Timur dan Gubenur Kalimantan Tengah, Bupati Pacitan
dan Gubenur Jawa Timur, Bupati Sumba Timur dan Gubenur Nusa Tenggara
Timur, Bupati Balangan dan Gubenur Kalimantan Selatan untuk segera
menghentikan pertambangan yang merusak lingkungan dan berkonflik dengan warga.
Sejak 7 hingga 9 Mei 2010 sekitar 400-an masyarakat adat Wanggameti
bersama Koalisi Organisasi Non pemerintah Koalisi Rakyat Tolak
Tambang, Koalisi Keadilan, LP2TRI, Yayasan Mbaha Eti, Yayasan Rakyat
Merdeka, FALL - menduduki kantor Bupati Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Mereka menolak eksplorasi tambang emas PT Fathi Resources dan
menuntut Bupati mencabut ijin perusahaan. Tambang emas ini akan
mengancam paru-paru Pulau Sumba, kawasan sumber air utama di sana.
Penolakan warga ini tak berubah sejak sebuah perusahaan tambang emas
dari Australia– Broken Hill Property hengkang dua belas tahun lalu.
Kami, perwakilan masyarakat – perempuan dan laki-laki dari Papua hingga Aceh yang tinggal di ruang hidup kami yang akan dan telah dihancurkan oleh perusahaan-perusahaan tambang, telah berkumpul untuk membahas dan memikirkan masa depan kami. Kami menyadari perluasan ekpansi modal makin mengancam penghidupan kami yang tidak lagi dilindungi oleh pengurus negeri.
Palembang: Ribuan liter minyak mentah dari pipa tua
Pertamina yang bocor di Kelurahan Karya Mulya, Palembang, Sumatra
Selatan, terbakar. Saksi mata mengatakan, tumpahan minyak yang terbakar
terjadi sejak pukul 06.00 WIB, Jumat (13/8). Diduga kebakaran berasal
dari pipa tua yang bocor tapi tidak diperbaiki Pertamina.
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".