Empat tahun lebih anak-anak korban lumpur Lapindo telah kehilangan masa depan dan harapan mereka, sejak Lapindo Brantas menenggelamkan tempat tinggal, sekolah, seluruh desa hingga tempat orang tua mereka mencari nafkah.
Pemerintah dan Lapindo sibuk mengurusi jual beli lahan dan tanggul yang tak kunjung selesai hingga hari ini. Sementara nasib pendidikan akan-anak tak pernah ada dalam pikiran mereka.
Saat tahun ajaran baru seperti saat ini, anak-anak korban lumpur Lapindo kesulitan biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Mereka membutuhkan uluran tangan anda agar kelanjutan pendidikan mereka tak bernasib sama seperti kampung halamannya, terkubur lumpur Lapindo.
Sampaikan dukungan anda untuk membantu pendidikan anak-anak korban lumpur Lapindo di www.jatam.org
Negara-negara berkembang dijadikan sebagai imperium kawasan investasi dan industri oleh negara-negara maju, dan sekaligus menjadikannya sebagai basis pemasaran produk, barang, dan jasa mereka; dengan seluruh proses produksi dikendalikan dan dalam kontrol yang ketat dari sindikasi negara maju tersebut. Di saat semua pemerintah negara-negara kreditor menikmati/membelanjakan uang dalam jeratan hutang dan sibuk meningkatkan pamor politiknya di dalam negeri, maka negara-negara maju melakukan strategi pembiaran SDA/energi mereka. Pada saat sumber energi di negara dunia ketiga telah habis, maka pada saat itulah mereka melakukan produksi, sehingga semua negara di dunia menjadi tergantung pada mereka.
Makalah Kuliah Umum "Pertambangan & Keselamatan Warga Pulau Kalimantan", Universitas Mulawarman Samarinda, 10 Maret 2010.
Oleh Hendro Sangkoyo
Skandal terbesar dalam seluruh drama pemburukan krisis di kepulauan Indonesia saat ini bukanlah korupsi, melainkan penciptaan moda pengurusan publik yang menghapuskan keselamatan manusia dan kelangsungan ruang-ruang hidupnya sebagai satu-satunya tujuan pengurusan, dan menggantikannya dengan pembebasan sirkulasi dan perluasan kapital.
Makalah Kuliah Umum "Pertambangan & Keselamatan Warga Pulau Kalimantan", Universitas Mulawarman Samarinda, 9 Maret 2010
Persoalannya kemudian adalah sejauh mana negara berhasil menciptakan
kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat lokal di sekitar tambang?
Mengapa protes dari berbagai masyarakat di sekitar lokasi tambang susul
menyusul di berbagai wilayah pertambangan di Indonesia, khususnya sejak
Era Reformasi? Daerah-daerah penghasil tambang dan kota-kota tambang
menjadi ajang konflik [bersenjata] baik konflik vertikal maupun
horizontal. Konflik-konflik sosial di sekitar pertambangan yang
berentetan terjadi telah menjadi perhatian dari para ilmuwan sosial dan
Lembaga Swadaya Masyarakat(2). Mengapa perempuan begitu penting? Apakah
perempuan cendrung dirugikan dari eksploitasi tambang atau dari dampak
yang ditimbulkannya? Peper ini akan melihat bagaimana kaitan antara
negara dan perusahaan tambang atau antara penguasa dan pengusaha.
Selanjutnya akan melihat hubungan tambang dan perempuan dan fungsi
perempuan di dalam perusahaan dan dampak eksploitasi tambang terhadap
ekonomi masyarakat lokal dari perspektif gender.Bagian terakhir akan
mempertanyakan kegagalan negara dalam membangun masyarakat dari
eksploitasi tambang.
Palembang: Ribuan liter minyak mentah dari pipa tua
Pertamina yang bocor di Kelurahan Karya Mulya, Palembang, Sumatra
Selatan, terbakar. Saksi mata mengatakan, tumpahan minyak yang terbakar
terjadi sejak pukul 06.00 WIB, Jumat (13/8). Diduga kebakaran berasal
dari pipa tua yang bocor tapi tidak diperbaiki Pertamina.
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".