Empat tahun lebih anak-anak korban lumpur Lapindo telah kehilangan masa depan dan harapan mereka, sejak Lapindo Brantas menenggelamkan tempat tinggal, sekolah, seluruh desa hingga tempat orang tua mereka mencari nafkah.
Pemerintah dan Lapindo sibuk mengurusi jual beli lahan dan tanggul yang tak kunjung selesai hingga hari ini. Sementara nasib pendidikan akan-anak tak pernah ada dalam pikiran mereka.
Saat tahun ajaran baru seperti saat ini, anak-anak korban lumpur Lapindo kesulitan biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Mereka membutuhkan uluran tangan anda agar kelanjutan pendidikan mereka tak bernasib sama seperti kampung halamannya, terkubur lumpur Lapindo.
Sampaikan dukungan anda untuk membantu pendidikan anak-anak korban lumpur Lapindo di www.jatam.org
Oleh : Firdaus Cahyadi, ONEWORLD-INDONESIA. Dimuat di Koran Tempo, 20 Juli 2010
Hingga kini, misalnya, kita belum pernah mendengar permintaan maaf orang-orang yang terkait dengan kasus semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Padahal kasus lumpur Lapindo adalah kasus kerusakan lingkungan hidup yang terbesar di negeri ini. Kasus ini hingga empat tahun masih jauh dari kata adil. Saat ini dampak buruk lumpur Lapindo semakin meluas. Tanah di Porong mengalami penurunan. Gas liar muncul di mana-mana. Korban pun berjatuhan akibat terus memburuknya kondisi ekologi di kawasan tersebut. Dan pihak yang paling menjadi korban atas makin buruknya kondisi di Porong, Sidoarjo, adalah perempuan dan anak-anak.
Siaran Pers bersama Koalisi Gerakan Menuntut Keadilan Korban Lapindo
(Jakarta, 15/07/10). Sekali
lagi rakyat Indonesia membuktikan diri lebih peduli. Solidaritas mereka
terbukti, hanya dalam waktu 6 hari sejak di launching 8 Juli 2010 di Kontras,
solidaritas Rp.1.000 untuk anak-anak korban Lapindo, telah terkumpul Rp.
50.560.675 (lima puluh juta lima ratus enam puluh ribu enam ratus tujuh puluh
lima rupiah). Solidaritas ini menunjukkan rakyat Indonesia lebih peka terhadap
masa depan pendidikan anak-anak, khususnya dalam hal ini anak-anak korban
Lapindo.
Jakarta 14 Juli 2010,
Gerakan Seribu yang dibuka sejak tanggal 8 Juli 2010 berhasil menggalang dana
Rp.50.560.675 (lima puluh juta lima ratus enam puluh ribu enam ratus
tujuh puluh lima rupiah). Inti dari
gerakan ini adalah untuk membantu
pendidikan anak-anak korban lumpur lapindo yang menjadi bagian gerakan
Anti Generasi Suram dan perlawanan terhadap rejim yang telah mengabaikan
hak-hak pendidikan anak. Gerakan solidaritas 1000 rupiah yang dimulai 6 hari
lalu telah mencapai 50 juta dan melampaui kebutuhan 103 anak yang menjadi
prioritas awal sebesar 43.644.500 juta rupiah.
Palembang: Ribuan liter minyak mentah dari pipa tua
Pertamina yang bocor di Kelurahan Karya Mulya, Palembang, Sumatra
Selatan, terbakar. Saksi mata mengatakan, tumpahan minyak yang terbakar
terjadi sejak pukul 06.00 WIB, Jumat (13/8). Diduga kebakaran berasal
dari pipa tua yang bocor tapi tidak diperbaiki Pertamina.
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".