<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>JATAM RSS</title>
		<description>RSS (Really Simple Syndication) adalah istilah dalam teknologi Internet yang merujuk pada cara men-sindikasi-kan konten sebuah situs web (web syndication). Layanan ini memudahkan pengguna Internet agar selalu dapat mengetahui ringkasan konten terbaru dari situs tertentu tanpa harus terlebih dahulu mengunjungi situs tersebut. Selain itu, RSS yang disediakan sebuah situs dapat digunakan untuk melengkapi konten situs lain.</description>
		<link>http://www.jatam.org</link>
		<lastBuildDate>Sun, 14 Mar 2010 15:51:45 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<image>
			<url>http://www.jatam.org/images/M_images/pin_ban_mining.jpg</url>
			<title>www.rastafaraus.net</title>
			<link>http://www.jatam.org</link>
			<description>RSS (Really Simple Syndication) adalah istilah dalam teknologi Internet yang merujuk pada cara men-sindikasi-kan konten sebuah situs web (web syndication). Layanan ini memudahkan pengguna Internet agar selalu dapat mengetahui ringkasan konten terbaru dari situs tertentu tanpa harus terlebih dahulu mengunjungi situs tersebut. Selain itu, RSS yang disediakan sebuah situs dapat digunakan untuk melengkapi konten situs lain.</description>
		</image>
		<item>
			<title>Syarat-Syarat Pembaruan Pengurusan Kalimantan</title>
			<link>http://www.jatam.org/content/view/1221/21/</link>
			<description>Makalah Kuliah Umum  Pertambangan   Keselamatan Warga Pulau Kalimantan , Universitas Mulawarman Samarinda, 10 Maret 2010.
Oleh Hendro Sangkoyo

Skandal terbesar dalam seluruh drama pemburukan krisis di kepulauan Indonesia saat ini  bukanlah korupsi, melainkan penciptaan moda pengurusan publik yang menghapuskan  keselamatan manusia dan kelangsungan ruang-ruang hidupnya sebagai satu-satunya  tujuan pengurusan, dan menggantikannya dengan pembebasan sirkulasi dan perluasan  kapital. 
</description>
			<category>publikasi - Makalah &amp; Riset</category>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 09:05:57 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Tambang, Perempuan &amp; Negara Gagal</title>
			<link>http://www.jatam.org/content/view/1218/21/</link>
			<description>Oleh Erwiza ErmanMakalah Kuliah Umum  Pertambangan   Keselamatan Warga Pulau Kalimantan , Universitas Mulawarman Samarinda, 9 Maret 2010
Persoalannya kemudian adalah sejauh mana negara berhasil menciptakan
kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat lokal di sekitar tambang?
Mengapa protes dari berbagai masyarakat di sekitar lokasi tambang susul
menyusul di berbagai wilayah pertambangan di Indonesia, khususnya sejak
Era Reformasi? Daerah-daerah penghasil tambang dan kota-kota tambang
menjadi ajang konflik [bersenjata] baik konflik vertikal maupun
horizontal. Konflik-konflik sosial di sekitar pertambangan yang
berentetan terjadi telah menjadi perhatian dari para ilmuwan sosial dan
Lembaga Swadaya Masyarakat(2). Mengapa perempuan begitu penting? Apakah
perempuan cendrung dirugikan dari eksploitasi tambang atau dari dampak
yang ditimbulkannya? Peper ini akan melihat bagaimana kaitan antara
negara dan perusahaan tambang atau antara penguasa dan pengusaha.
Selanjutnya akan melihat hubungan tambang dan perempuan dan fungsi
perempuan di dalam perusahaan dan dampak eksploitasi tambang terhadap
ekonomi masyarakat lokal dari perspektif gender.Bagian terakhir akan
mempertanyakan kegagalan negara dalam membangun masyarakat dari
eksploitasi tambang. 
</description>
			<category>publikasi - Makalah &amp; Riset</category>
			<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 02:12:27 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Update Seruan Aksi Selamatkan Warga &amp; Ekosistem Pulau Halmahera</title>
			<link>http://www.jatam.org/content/view/1217/35/</link>
			<description>Tolak Rencana Bank Dunia Menjamin Proyek Tambang PT Weda Bay Nikel



PT Weda Bay Nikel, tambang yang sangat berbahaya. Sekitar 21% kawasannya berada di kawasan lindung, termasuk Taman Nasional Lalobata dan Aketajawe. Mereka berencana membabat 35.155 ha hutan lindung. Sekitar 17 juta ton batuan digali tiap tahunnya dari sebuah pulau kecil yang kaya keragaman hayati dan rapuh. Mereka akan mengekspor 65 ribu ton kandungan nikel dan cobalt tiap tahun, dan membuang sisanya menjadi limbah ke Teluk Weda. Limbah tambang akan dikelola dengan sistem paling berbahaya dan ketinggalan jaman - heap leaching, dengan menumpahkan  larutan asam sulfat ke atas tumpukan bijih Nikel. Dukung Petisi untuk menyelamatkan warga dan ekosistem Pulau Halmahera.

Saat ini baru ada 119 orang yang mendukung seruan aksi ini. Jika anda juga ingin mendukung seruan aksi ini, anda dapat mengirimkan nama, organisasi, alamat anda ke email luluk@jatam.org hingga tanggal 10 Maret 2010
 </description>
			<category>kampanye - Seruan Aksi</category>
			<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 05:57:42 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Selamatkan Kalimantan Dari Mautnya Batubara</title>
			<link>http://www.jatam.org/content/view/1215/35/</link>
			<description> Siaran Pers Jatam   Walhi Kalsel, 8 Maret 2010


Pada Peringatan Hari Perempuan Sedunia 8 Maret 2010 dari Kalimantan
Timur (Kaltim) - kawasan pegerukan batubara terbesar di Asia Tenggara,
JATAM  dan Walhi Kalsel meluncurkan Laporan Publik “Mautnya Batubara :
Pengerukan Batubara   Generasi Suram Kalimantan”. Mereka menyerukan
penghentian pengerukan batubara dari Bumi Kalimantan dan mendesak
Jepang, China, India, Amerika Serikat dan Uni Eropa mengurangi
penggunaan batubara dan menghentikan membeli batubara Indonesia. 
</description>
			<category>kampanye - Siaran Pers</category>
			<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 02:32:09 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Peluncuran Kampanye ANTI GENERASI SURAM KALIMANTAN</title>
			<link>http://www.jatam.org/content/view/1214/81/</link>
			<description>JATAM   Walhi Kalsel Mengundang  anda  hadir pada:

Peluncuran Buku MAUTNYA BATUBARA 
Senin, 8 Maret 2010 Jam 10.00 – 14.00 Wita

Kuliah Umum BATUBARA   KESELAMATAN  KALIMANTAN
dengan narasumber :

DR ERWIZA ERMAN, LIPI Jakarta
Tema : Tambang, Perempuan   Negara Gagal, 
Selasa, 9 Maret 2010, pukul 09.00 - 12.00 Wita 

HENDRO SANGKOYO, SDE Jakarta
Tema  : Membedah Syarat-syarat Pembaruan Pulau Kalimantan,
Rabu,  10 Maret 2010, pukul 09.00 - 12.00 Wita 
 </description>
			<category>event - Event JATAM</category>
			<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 11:48:07 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
