(JATAM, 12/07/07) Ada yang menarik jika anda mengikuti jalannya sidang kasus Newmont di Pengadilan Jakarta Selatan, siang tadi. Pengacara Newmont, Luhut Pangaribuan memerah mukanya saat saksi fakta – warga Buyat, mengenalinya sebagai pembela Hak Asasi Manusia (HAM) sebelum berbalik membela korporasi raksasa asal Amerika Serikat, Newmont.
(JATAM, 11/07/07) North Sulawesi Watersports Association (NSWA), sebuah asosiasi beranggotakan lebih 20 pengusaha wisata diving dan resort diving yang mengembangkan upaya wisata bahari di kawasan Sulawesi Utara, kemarin (10/07) di websitenya <www.divenorthsulawesi.com> menyambut baik pernyataan gubernur Sulawesi Utara. Dr SH Sarundajang, mengumumkan bahwa dia hanya menginginkan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah untuk lingkungan pulau.
(JATAM, 10/07/07) Pernyataan SBY di surat kabar lokal Manado yang menyetujui PT Meares Soputan Mining (PT MSM) tetap beroperasi cukup membingungkan masyarakat. Padahal saat ini gubernur Sulut telah meminta agar PT MSM menghentikan operasinya karena terbukti AMDAL yang dimilikinya telah kadaluarsa dan kegiatan tambang PT MSM dikhawatirkan menghancurkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Likupang dan Rinondoran, Sulut.
pada : Jumat 6 Juli 2007 jam 18.30 WIB di Perpustakaan Diknas (Library @ Diknas), Dept. Pendidikan Nasional, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat
Selepas pemutaran film akan ada diskusi bertema : Selamatkan Bumi bersama : SITI MAEMUNAH (Jaringan Advokasi Tambang / JATAM) Dipandu : SOFYAN (Manager of Disaster Risk Management WALHI)
(JATAM, 07/06/07) Sebanyak 24 pembela Hak Asasi Manusia (HAM) memberikan kesaksian dihadapan Hina Jilani, perwakilan khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Pembela HAM di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Mereka mewakili sebagian kecil suara-suara kelompok yang mendapatkan kekerasan hingga penghilangan nyawa. Salah satunya, Ibu Baun – yang mewakili suara perempuan dan masyarakat adat disekitar industri ekstraktif pertambangan.
Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.