Di Sidoarjo, lebih 10 ribu rumah tak bisa dihuni akibat semburan lumpur Lapindo, lumpur yang menggenangi luasan 614 ha, meluas 800 ha. Apa saja sebenarnya yang dilakukan pemerintah SBY-JK terkait kasus Lapindo? Kenapa kasus ini makin parah, tak tertangani hingga 3 tahun kemudian.
Dulu, ketika desa itu masih ada, anak anak bermain dibawah bulan.
Mereka bernyanyi dan berpegang tangan, berkejaran dengan bayang bayang.
Kini, desa-desa itu tenggelam, semua diam, semua hilang, semua
terbenam. Anak anak menulis surat kepada bulan, barangkali ia
mendengar, teringat tarian dan dolanan dibawah purnamanya.’
Menulis surat untuk Bulan, itu tema peringatan 3 tahun lumpur Lapindo
oleh kaum muda dan anak-anak korban Lapindo, esok Jum’at - 29 Mei 2009,
jam 14.45 – 21.00 Wib di Parkir Barat Pasar Baru Porong Sidoarjo. Sejak pemerintah melupa, dan tak berani tegas pada pemilik PT Lapindo Brantas, mereka tak tahu kepada siapa meminta desa mereka dikembalikan. Mereka putuskan menulis surat untuk Bulan.
Astrid Karindra, 13 tahun, mencurahkan isi hatinya yang selama ini ia pendam. "Jujur saya sebagai korban lumpur, saya merasa sangat dirugikan, sedih dan miris melihat para korban lumpur yang terbengkalai...," tulisnya dalam surat untuk Calon Presiden RI. Astrid juga menulis sajak "Jangan Sakiti Kotaku Lagi."
"...bapak saya membuat kolam lele. Tapi belum ada hasilnya. Lelenya banyak yang mati karena terkena air lumpur," tulis Edi Purwanto, 15 tahun, mengenai lahan mata pencaharian ayahnya yang terkena cemaran lumpur Lapindo.
"Seandainya bapak bisa ke tempat saya, bapak akan saya ajak berkeliling untuk melihat rumah saya yang tenggelam, sekolah saya yang tenggelam, dan tempat bermain saya yang tenggelam juga," tulis Icha Noviyanti, 12 tahun, dalam sepucuk surat untuk calon presiden RI. Berikut selengkapnya suara hati anak korban Lapindo dari SDN Renokenongo I ini:
1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".