(JATAM,17/10/07) Anda pernah mengunjungi website MAC, www.minesandcommunities.org? Sepanjang minggu ini pendukung MAC, berkumpul di London.
Mine and Communities, atau MAC adalah jaringan Organisasi non pemerintah yang mendukung perjuangan masyarakat terkena dampak pertambangan di belahan negara utara dan selatan. Perwakilan sebelas negara dari seluruh kontinen, datang dan mendikusikan bagaimana memburuknya situasi pertambangan di berbagai belahan dunia.
Batubara, Ditahun 2005 produser batubara terbesar adalah Pebody Energy (US), Rio Tinto, Arch Coal (US), BHPBilliton, Anglo American, Siberian Coal Energy (Russia) dan Xstrata
Besi, Lebih dari dua pertiga bijih besi di dunia di produksi hanya oleh tiga perusaaan tambang, yaitu Brazil’s Compania Vale do Rio Doce (CVRD/Inco), BHP Billiton dan Rio Tinto
Emas : Dikuasai mengikuti urutan berikut - Barrick Gold. , Newmon Mining, AngloGoldAshanti, Gold Fields of Africa Selatan, Freeport Mc Mooran, Harmony Gold (South Africa), Navoi Metal and Mining (Uzbekiztan), Companie de Minas Buenaventura (Peru) dan Rio Tinto.
Permata, Brdasar Volume, Rio Tinto memimpin di depan, namun berdasarkan nilai dikuasai lebih 70% oleh De Beers (Afrika selatan/UK) diikuti Alrosa (Russia) disusul Rio Tinto.
Sumber: The London Mining Network (LMN), Oktober - 2007
Perusahaan-perusahaan Kanada sering menjadi perusahaan “nakal” di berbagai operasi tambangnya di luar negeri.
The Ottawa Citizen, 29 Mei 2007
Beberapa tokoh Gereja paling berpengaruh menuntut pemerintah Kanada mengambil tindakan guna memastikan perusahaan-perusahaan tambang dan minyak Kanada beretika dalam kegiatan operasinya di luar negeri.
“Ini masalah yang sangat mendasar”, kutip Roger Ebacher, uskup agung Gatineau.
“Hak-hak asasi manusia, dimanapun tak bisa ditawar” Ucap Ebacher, berbicara atas nama Keuskupan Agung Gereja-Gereja Katolik Kanada, yang mewakili seluruh gereja-gereja katolik di Kanada.
(JATAM,04/10/07) Sudah 23 orang pembela lingkungan dibunuh sepanjang pemerintahan Arroyo di Philipina. Yang terakhir terjadi Rabu jam 09.30 pagi waktu setempat. Saat itu, Armin, R Marin – sang korban, sedang memimpin aksi di depan kantor perusahaan Sibuyan Nickel Properties Development Corp. di Sitio Olango, Barangay España, San Fernando, pulau Sibuyan. Ia ditembak dibagian mulut dan meninggal dalam perjalanan ke Rumah sakit.
Kelompok Lingkungan Kalikasan-PNE memperingatkan pemerintahan Arroyo atas pembunuhan yang terus terjadi terahadap pembela kelompok anti tambang. Pembunuhan dipastikan terus berlangsung, jika pemerintahan Arroyo memaksa meneruskan proyek pertambangan skala besar itu.
Di Pulau Sulawesi, masuknya industri tambang di hutan Lindung pulau Kabaena, Toka Tindung dan Siguntu telah meningkatkan kekerasan dan pelanggaran HAM? Haruskah rakyat terus menerus membayar kesalahan SBY karena mengeluarkan PP No 2 tahun 2008?