Kaum muda Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Petra
Tanjung Priok bekerjasama dengan South to South Film Festival menggelar
talk show bertema “Global Warming and Natural Disaster,” Sabtu (30/8)
di GPIB Petra, Jakarta Utara. Sebagian besar peserta yang merupakan
siswa-siswi kelas 1 SMP hingga SMA kelas 2 tampak mencermati penuturan
para pembicara. Salah satunya adalah pertanyaan yang dilontarkan
seorang peserta tentang pengertian efek rumah kaca yang belakangan
kerap didengarnya.
Aksi warga korban lumpur yang menutup akses ke lokasi semburan Lumpur yang berlangsung dengan damai, senin kemarin (25/8) dibubarkan paksa oleh aparat keamanan. Yang dibubarkan adalah massa yang menduduki tanggul di pintu masuk desa Siring, akses yang langsung menuju ke titik R1 atau pusat semburan lumpur. Dilaporkan bahwa ada 3 orang warga yang ditahan dalam insiden ini.
Porong, Kanal - Bencana Lapindo telah membawa dampak yang sedemikian besar. Terdapat paling tidak 17 keluarga kehilangan tempat tinggal, serta sekitar 75 ribu warga yang terpaksa menjadi gelandangan akibat terjangan Lumpur panas. Sementar puluhan ribu lainnya terancam untuk mengalami nasib serupa. Karena itulah, Centre on Housing Rights and Evictions, COHRE, lembaga pemantau Hak Pemukiman yang berkedudukan di Geneva, Swiss berencana menominasikan Lapindo sebagai pelanggar hak pemukiman warga.
Edi Sujiman, aktivis Koalisi Rakyat Tolak Tambang Banyuwangi harus rela kaca mobilnya dipecah dan laptop serta LCD yang baru saja digunakan untuk presentasi di hadapan DPRD lenyap diambil orang, Selasa lalu. Padahal, beberapa jam sebelumnya dia dan empat anggota Koalisi Rakyat Tolak Tambang Banyuwangi bertemu dengan anggota DPRD Banyuwangi untuk meminta Dewan mencabut surat rekomendasinya. Namun sayangnya, pihak kepolisian hanya menganggap ini sebagai peristiwa pencurian biasa. Padahal, tindakan seperti ini kerap terjadi pada aktivis yang memperjuangkan hak-hak warga korban.
Hiruk pikuk berita media hingga pernyataan pejabat tentang proyek migas ExxonMobil di Cepu, biasanya berkisar urusan bagi hasil. Sementara yang mendesak di blok migas yang dikuasai perusahaan Amerika Serikat itu, malah alpa diurus, salah satunya krisis air ke depan.
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".