Lomba Opini PP 02/2008, Hutan Lindung dan Keselamatan Rakyat, yang diadakan JATAM dan Sawit Watch ditutup 22 April lalu. Sebulan penuh, tak kurang 473 naskah opini masuk ke panitia Lomba. Mestinya, besok pengumuman pemenang. Namun, peserta yang membeludak jumlahnyamembuat panitia dan jurimemutuskan menundanya hingga 12 Mei 2008.
Jika Pemda Kulon Progo dan Sultan Yogjakarta ngotot memberi ijin tambang pasir besi disana. Pantai yang berwarna hijau merah cabe, semangka, serta sayur-sayuran di musim panen – di pantai selatan kulon Progo Yogjakarta itu, akan dikembalikan jadi gersang - seperti asalnya.
Dalam memperingati
Hari Bumi, Teater Girli STAI Ibrahimy Situbondo – Jawa Timur, akan menggelar
pementasan teater ”Ibu Bumi” pada hari Sabtu, 26 April 2008 di Genteng
Banyuwangi, sebagai bentuk penolakan mereka terhadap pertambangan emas di
wilayah Tumpang Pitu, Pesanggaran, Banyuwangi.
Tambang emas di
Tumpang Pitu ditolak oleh masyarakat, karena berpotensi merusak lingkungan. Selain
itu, PT Indo Multi Niaga akan membuang limbah tailingnya ke Teluk Pancer, yang akan
mencemari laut dan mengurangi pendapatan para nelayan.
“Potret Pertambangan di Indonesia: Belajar dari Bangka Belitung”
Masih ingat Laskar Pelangi? Novel Andrea Hirata ini berlatar belakang pulau Belitung, pulau kecil yang rusak akibat penambangan timah. Setali dengan pulau tetangganya, Bangka.
Sudah 300 tahun pulau-pulau ini dikeruk timahnya, menyediakan devisa negara dan melayani kebutuhan dunia. Kini, ia berkelimpahan kolong-kolong. Ribuan petani beralih mata pencaharian menjadi penambang. Tak hanya daratan yang ditambang, sungai dan pesisir tak luput sasaran. Sepuluh tahun lalu, ada 887 kolong yang ditinggal penambang timah. Bangka Belitung adalah potret pengurusan tambang di Indonesia : Industri keruk di kawasan kepulauan.
Keruk Habis, Obral Murah. Masih menjadi semboyan bangsa ini mengeruk kekayaannya sejak masa orde baru. Mestinya kita belajar dari Bangka Belitung.
JATAM mengundang kawan-kawan media untuk membedah masalah di atas, pada :
Love Monday Discussion
“Potret Pertambangan di Indonesia: Belajar dari Bangka Belitung”
yang dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : Senin, 21 April 2008
Jam : 10.00 – 13.00
Tempat : QB World Book Kemang, Jl. Kemang Raya No. 17
(Samping Hotel Grand Kemang), Jakarta Selatan
Narasumber :
1.Erwiza Erman, Peneliti LIPI : Potret Penguasaan Kekayaan Bahan Tambang di Bangka Belitung
2.Eka Sastra, Staff Ahli Komisi VII DPR RI : Konflik Pengelolaan Kekayaan Tambang di Bangka Belitung
3.Siti Maimunah, Koordinator JATAM : Industri Tambang di Indonesia: Belajar dari Bangka Belitung
Untuk konfirmasi kehadiran, dapat menghubungi : Luluk Uliyah (0815 9480 246)
Al Amin, anggota DPR RI Komisi VI, tertangkap KPK karena diduga menerima suap untuk mengalihkan hutan lindung Bintan Bunyu menjadi kawasan perkotaan (Koran Tempo, 10 April 2008).
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".