Makalah Kuliah Umum "Pertambangan & Keselamatan Warga Pulau Kalimantan", Universitas Mulawarman Samarinda, 10 Maret 2010.
Oleh Hendro Sangkoyo
Skandal terbesar dalam seluruh drama pemburukan krisis di kepulauan Indonesia saat ini bukanlah korupsi, melainkan penciptaan moda pengurusan publik yang menghapuskan keselamatan manusia dan kelangsungan ruang-ruang hidupnya sebagai satu-satunya tujuan pengurusan, dan menggantikannya dengan pembebasan sirkulasi dan perluasan kapital.
Makalah Kuliah Umum "Pertambangan & Keselamatan Warga Pulau Kalimantan", Universitas Mulawarman Samarinda, 9 Maret 2010
Persoalannya kemudian adalah sejauh mana negara berhasil menciptakan
kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat lokal di sekitar tambang?
Mengapa protes dari berbagai masyarakat di sekitar lokasi tambang susul
menyusul di berbagai wilayah pertambangan di Indonesia, khususnya sejak
Era Reformasi? Daerah-daerah penghasil tambang dan kota-kota tambang
menjadi ajang konflik [bersenjata] baik konflik vertikal maupun
horizontal. Konflik-konflik sosial di sekitar pertambangan yang
berentetan terjadi telah menjadi perhatian dari para ilmuwan sosial dan
Lembaga Swadaya Masyarakat(2). Mengapa perempuan begitu penting? Apakah
perempuan cendrung dirugikan dari eksploitasi tambang atau dari dampak
yang ditimbulkannya? Peper ini akan melihat bagaimana kaitan antara
negara dan perusahaan tambang atau antara penguasa dan pengusaha.
Selanjutnya akan melihat hubungan tambang dan perempuan dan fungsi
perempuan di dalam perusahaan dan dampak eksploitasi tambang terhadap
ekonomi masyarakat lokal dari perspektif gender.Bagian terakhir akan
mempertanyakan kegagalan negara dalam membangun masyarakat dari
eksploitasi tambang.
Juara III Lomba Debat Politik Anak Sekolah dan Sederajat (Depot ASa) yang diselenggarakan oleh Lembaga Olah Hidup (LOH), Sumbawa Besar, NTB
Oleh : Detha Arya Swara Intifada, Joni Firmansyah, Laily Nafiati, Desi Maulina, SMA Negeri 1 Sumbawa Besar
Eksploitasi terhadap SDA secara berlebihan tanpa perencanaan yang baik dengan tidak memperhatikan daya dukung lingkungannya, secara pasti telah membawa dampak bencana dan malapetaka ekologis yang masive bagi kelestarian dan keseimbangan ekosistem dan peri kehidupan di planet bumi
Juara I Lomba Debat Politik Anak Sekolah dan Sederajat (Depot ASa) yang diselenggarakan oleh Lembaga Olah Hidup (LOH), Sumbawa Besar, NTB
Oleh Agus Mandiri dkk, SMAN 3 Sumbawa Besar
Lingkungan alam sebagai bagian dari kehidupan umat manusia menyimpan banyak potensi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya. Salah satunya adalah mineral logam berupa emas, tembaga, uranium dan lainnya. Mempersoalkan masalah mineral maka pikiran kita akan tertuju pada masalah pertambangan.
Meskipun Indonesia sudah mengeksploitasi minyak dan gas lebih dari 40 tahun, namun tidak pernah menjadikan negeri ini kuat ekonominya. Kebijakan keruk habis sumber-sumber energi tanpa mempertimbangkan pencadangan energi untuk waktu ke depan, membuat negeri ini dilanda krisis. Anehnya, pemerintah malah terus menjual blok migasnya. Dari 50 blok migas yang ditenderkan, 25 blok telah ditawarkan pada 30 Mei lalu, sisanya pada Oktober mendatang.
Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.