Arsip 2004
“Partisipasi Publik Tidak Terjamin dalam RUU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan” PDF Print
on Tuesday, 02 February 2010

Views : 353    


Siaran Pers Koalisi Kebijakan Partisipatif

Media Center, 4 Maret 2004

Komisi II DPR pada tanggal 3 Maret 2004 menyepakati untuk menunda pembahasan Rancangan Undang-undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (RUU PPP). Di samping masalah hierarki perundang-undangan dan muatan perundang-undangan yang dianggap beberapa kalangan merusak sistem ketatanegaraan dan perundang-undangan Indonesia, RUU ini masih menyimpan masalah besar yaitu persoalan partisipasi masyarakat dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan.


User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us Read more...
 
Putusan Pengadilan Tersangka Pencemaran Teluk Buyat, Menginjak-injak Martabat Hukum PDF Print
on Friday, 24 December 2004

Views : 353    


Siaran Pers, 24 Desember 2004
Koalisi Anti Korupsi dalam Penegakan Hukum Lingkungan [1]

Jakarta - Putusan pra peradilan PN Jakarta Selatan yang diajukan para tersangka dalam kasus Pencemaran Teluk Buyat oleh PT Newmont Minahasa Raya (PT NMR), yang dibacakan pada tanggal 23 Desember 2004, telah memenangkan sebagian permohonan. Putusan pengadilan ini terbukti berlawanan dengan asas-asas hukum yang berlaku. Putusan ini kembali menunjukkan upaya pemutarbalikkan fakta mengenai pencemaran di Teluk Buyat oleh PT NMR atau setidak-tidaknya mengganggu proses penyidikan pidana lingkungan yang dilakukan oleh PT NMR. 


User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us Read more...
 
SP3 Kasus Pencemaran Pulau Seribu: Potret Kegagalan Polisi dalam Menegakkan Hukum Lingkungan PDF Print
on Tuesday, 07 December 2004

Views : 327    


Siaran Pers Bersama: 7 Desember 2004
Koalisi Peduli Kepulauan Seribu

Jakarta- 7 Desember 2004, daftar panjang gagalnya penegakan hukum pada kasus pencemaran kembali bertambah. Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus pencemaran minyak di Kepulauan Seribu yang dikeluarkan Polda Metro Jaya akhir November 2004 lalu, menjadi buktinya. Artinya, rakyat dan lingkungan kembali dikorbankan.
 


User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us Read more...
 
Hasil Penelitian Tim Teknis Penanganan Kasus Buyat : Teluk Buyat Tercemar PDF Print
on Wednesday, 10 November 2004

Views : 347    


Siaran Pers Bersama, 10 November 2004
WALHI, JATAM, ELSAM, TAPAL, ICEL
 Jakarta, 10 November 2004 — Beberapa Ornop menyambut baik hasil Tim Teknis penanganan Kasus Buyat yang menyimpulkan bahwa Teluk Buyat telah tercemar. Temuan ini telah menjawab spekulasi dan polemik berkepanjangan tentang ada atau tidaknya pencemaran di Teluk Buyat selama ini.



User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us Read more...
 
Menjelang laporan Tim Terpadu Buyat, para ahli bicara soal laporan CSIRO dan WHO PDF Print
on Sunday, 31 October 2004

Views : 341    


Lembar Info Media: Minggu, 31 Oktober 2004

WALHI-Friends of the Earth Indonesia
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM)
Jakarta, 31 Oktober 2004 – WALHI-Friends of the Earth Indonesia dan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) hari ini menyambut baik kabar bahwa Tim Terpadu yang dibentuk Kementrian Lingkungan Hidup akan segera mengeluarkan laporannya [1]. Laporan Tim Terpadu ini bertujuan mengakhiri semua kebingungan tentang dugaan pencemaran Teluk Buyat oleh perusahaan tambang raksasa Amerika Serikat, Newmont.



User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Results 1 - 9 of 23

INFO KILAT

1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida 

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.

 

Anda ingin mendapatkan buku ini?