Film
Ouch! PDF Print
on Friday, 13 July 2007

Views : 711    


Produksi    : Thailand, 2003
Durasi        : 6:28
Image
“Hayya Alas Sholah, Hayya Alal Falah………”, (marilah raih kemenangan, marilah raih kemenangan…)
Warga Sokla Thailand Selatan mengajak berjuang bersama melawan rencana pembangunan “Trans Thailand–Malaysia Pipeline” (pipa gas), yang akan mengancam mata pencaharian masyarakat nelayan.



User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us
 
Surat untuk Rio Tinto PDF Print
on Friday, 13 July 2007

Views : 773    


Produksi     : Yayasan PIKUL, 2003
Durasi         : 14:28
Image
Ketika Rio Tinto datang, di tahun 1985 untuk membuka pertambangan emas, mereka minta warga segera "angkat kaki" dari tanah adat mereka.  Semula  mereka menjanjikan membayar kompensasi tanah, rumah  hingga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Janji tak didapat, bahkan Brimob pun bertindak mengusir masyarakat. Film ini dikemas dalam bahasa tutur-- lewat sebuah surat untuk Rio Tinto.


User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us
 
Sejak Tailing Dibuang PDF Print
on Friday, 13 July 2007

Views : 691    


Produksi     : Walhi, 2003
Durasi         : 14:28

Apa yang terjadi terhadap warga dan lingkungan di teluk Buyat setelah Newmont membuang limbahnya ke laut ? Film ini menceritakan apa yang dialami warga Buyat Pante sejak limbah tailing mengalir ke dasar teluk dan bagaimana kebohongan-kebohongan Newmont  terhadap warga Buyat  Pante. Mulai dari tuduhan melakukan pengeboman hingga menyatakan bahwa warga sehat wal ‘afiat. Potret dampak metode pembuangan limbah (Submarine Tailing Disposal) yang bahkan tak diperkenankan di negara asal perusahaan, secara telanjang dipaparkan dalam film ini.


User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us
 
Emas Kami, Sengsara Kami PDF Print
on Friday, 13 July 2007

Views : 750    


Produksi     : Yayasan PIKUL, 1999
Durasi         : 25:44

Dengan keramahannya masyarakat Dayak menunjukkan dimana tambang  emas mereka yang sudah puluhan tahun berada kepada beberapa "wisatawan asing", yang tak lama kemudian mengklaim bahwa kawasan tersebut adalah daerah Kontrak Karya pertambangan skala besar mereka. Kedatangan Indo Muro Kencana (IMK), perusahaan tambang emas dari Australia tersebut membuat berladang, berburu di hutan, mencari ikan di sungai serta menambang secara tradisional menjadi tak bebas lagi. Tak cuma lahan, tetapi juga tanah-tanah keramat, kuburan keluarga dan para leluhur masyarakat diserobot perusahaan dengan bantuan Brimob. Karena keadilan tak didapatkan di negeri tercinta, warga pun mengirimkan utusannya ke negara asal perusahaan, Australia, mengadukan perilaku perusahaannya kepada mererintah dan publik Australia. Emas tak lagi mendatangkan berkah, tetapi sengsara berkepanjangan.


User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us
 
The Company We Keep PDF Print
on Friday, 13 July 2007

Views : 638    


Simon Chambers, Sutradara/Produser
Vladimir Trivlfic & Jake Corbett, Sinematografi
Benjamin Putland, Editor
Tarn Willers, Perekam Suara
Stefan Mork, Perancang Suara
Evan Jolly, Komposer

Ketika Simon diberitahu neneknya bahwa suatu saat ia akan mewarisi sahamnya di perusahaan tambang multinasional Rio Tinto, ia pun pergi ke UK untuk mencari tahu siapakah Rio Tinto, dan berapa ‘keuntungan’ dari saham neneknya. Dalam perjalanannya, ia berjumpa banyak orang termasuk mantan aktivis Friends of the Earth yang kini bekerja untuk perusahaan tersebut. Simon mendapat kesan yang baik mengenai Rio Tinto saat mengunjungi proyek ramah lingkungan yang didanai perusahaannya, Eden Project. Namun kesan itu berubah setelah Simon menyaksikan kenyataan di Cape Prass. Apakah akhirnya Simon menerima saham pemberian neneknya itu?


User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 9 of 10

INFO KILAT

Kirimi SBY pesan, desak  PT Lapindo  Jamin Kebutuhan Pangan Korban di Pasar Baru Porong. Dukung aksi warga tolak penghentian jatah makan. Presiden SBY HP, 9949 dan 0816851215, Purnomo Yusgiantoro HP 0811181750 

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Dampingan Teknis


gimbal03


Video Galeri