“Hayya Alas Sholah, Hayya Alal Falah………”, (marilah raih kemenangan, marilah raih kemenangan…).
Warga Sokla Thailand Selatan mengajak berjuang bersama melawan rencana pembangunan “Trans Thailand–Malaysia Pipeline” (pipa gas), yang akan mengancam mata pencaharian masyarakat nelayan.
Ketika Rio Tinto datang - salah satu perusahaan tambang emas terbesar di dunia - datang pada 1985 membuka pertambangan emas, mereka minta warga segera "angkat kaki" dari tanah adat mereka. Semula mereka menjanjikan membayar kompensasi tanah, rumah hingga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Janji tak didapat, bahkan Brimob pun bertindak mengusir masyarakat. Film ini dikemas dalam bahasa tutur-- lewat sebuah surat untuk Rio Tinto.
Apa yang terjadi terhadap warga dan lingkungan di teluk Buyat setelah Newmont membuang limbahnya ke laut ? Film ini menceritakan apa yang dialami warga Buyat Pante sejak limbah tailing mengalir ke dasar teluk dan bagaimana kebohongan-kebohongan Newmont terhadap warga Buyat Pante. Mulai dari tuduhan melakukan pengeboman hingga menyatakan bahwa warga sehat wal ‘afiat. Potret dampak metode pembuangan limbah (Submarine Tailing Disposal) yang bahkan tak diperkenankan di negara asal perusahaan, secara telanjang dipaparkan dalam film ini.
Warga kampung Oreng mengirimkan utusan mereka ke Australia – ke negara asal Aurora Gold – pemilik PT Indo Muro Kencana, perusahaan tambang yang membuat berladang, berburu di hutan, mencari ikan di sungai serta menambang secara tradisional menjadi tak bebas lagi. Emas tak lagi mendatangkan berkah, tetapi sengsara berkepanjangan bagi kampung mereka.
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".