Keselamatan harus diperjuangkan, itu yang ingin disampaikan warga pesisir barat Bengkulu lewat film Di Balik Pasir, yang diputar perdana pada hari terakhir StoS Film Festival, 24 Januari 2010. Film berdurasi sekitar 29 menit ini bercerita pontang-pantingnya warga beberapa kampung pesisir Penago Kabupaten Seluma Bengkulu, sejak perusahaan tambang bijih besi masuk. Pemerintah menawarkan kesejahteraan lewat pengerukan pasir besi, tapi warga malah memilih laut, ladang dan kebun.
South
to South – StoS Film Festival 2010 dimulai hari ini. Dari film-film
yang akan diputar, Anak-Anak Lumpur merupakan film terpilih yang
diputar pada pembukaan Festival. Film ini menceritakan kondisi
anak-anak korban lumpur Lapindo, yang luput dari perhatian. Salahuddin
Wahid, yang akrab dipanggil Gus Solah bersama wakil anak korban lumpur
Lapindo, malam ini akan membuka Festival yang berlangsung selama tiga
hari ini.
Siaran Pers Jatam Kaltim - Gerakan Samarinda Tanpa Tambang – 21/01/201
Samarinda (21/01/10). Besok, 21 Januari 2010, Samarinda berusia 342 tahun,
pemerintahnya berulang tahun emas, 50 tahun. Kali ini, Pemkot Samarinda
mengusung “Sparkling Samarinda” atau Samarinda gemerlap - tema yang
berlawanan dengan kondisi Samarinda sejatinya, yang suram. Ibukota
Kalimantan Timur ini terancam bencana tak berkesudahan, mulai banjir
hingga krisis listrik. Saat musim hujan tiba, 10.204 KK terendam
banjir, hampir sepanjang tahun. Belum lagi pemenuhan pangan makin
terancam akibat lahan pertanian berubah fungsi menjadi pertambangan,
maupun akibat sumber-sumber airnya mengering.
Siaran Pers StoS Film Fetival 2010, 15 Januari 2010
“It’s amazing to know, from all kind of efforts that we (human kind) can do to save ourselves, we choose one thing: suicide”, film pembuka StoS Film Festival 2010, The Age of Stupid.
Tak terbantahkan, ketimpangan eksploitasi sumber daya alam merupakan kegagalan arah pembangunan global, yang terus melahirkan krisis berskala lokal hingga mengglobal – perubahan iklim. Celakanya, Konvensi Perubahan Iklim ke- 15 di Copenhagen, malah menyisakan masa depan penghuni bumi yang makin tak tentu. Lewat 23 filmnya, South to South (StoS) Festival 2010 akan memberi alasan tak terbantahkan, kenapa publik harus peduli dan segera bertindak menyelamatkan lingkungan.
Sejumlah 6 ribu pulau di Indonesia terancam diprivatisasi pasca di sahkannya Undang-undang No.27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWP3K). Bahkan, sekitar 3 juta nelayan tersisa dimungkinkan musnah, sejalan dengan semakin sulitnya akses terhadap sumberdaya pesisir dan laut. Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP3) akan menjual kedaulatan, menghancurkan budaya bahari. Hari ini, 13/01, Nelayan, Petambak dan masyarakat sipil meminta Mahkamah Konstitusi melakukan pembatalan atas 8 pasal dalam UU No.27/2007 karena bertentangan dengan konstitusi UUD 1945.
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".