Kami menyampaikan terima kasih yang tak terkira atas dukungannya terhadap "Petisi Selamatkan Warga & Ekosistem Pulau Halmahera". Petisi ini telah didukung oleh 154 orang, baik sebagai individu atau lembaga, dari dalam dan luar negeri.
Petisi ini telah kami kirimkan lewat fax dan pos pada tanggal 10 Maret 2010 kepada :
The World Bank
World Bank Office, Jakarta
JSBE Tower 2, Jl.Jend. Sudirman Kav. 52-53 - Jakarta 12190
Semoga Petisi ini dapat menjadi perhatian semua kalangan, demi Keselamatan Warga dan Ekosistem Pulau Halmahera.
Tolak Rencana Bank Dunia Menjamin Proyek Tambang PT Weda Bay Nikel
PT Weda Bay Nikel, tambang yang sangat berbahaya. Sekitar 21% kawasannya berada di kawasan lindung, termasuk Taman Nasional Lalobata dan Aketajawe. Mereka berencana membabat 35.155 ha hutan lindung. Sekitar 17 juta ton batuan digali tiap tahunnya dari sebuah pulau kecil yang kaya keragaman hayati dan rapuh. Mereka akan mengekspor 65 ribu ton kandungan nikel dan cobalt tiap tahun, dan membuang sisanya menjadi limbah ke Teluk Weda. Limbah tambang akan dikelola dengan sistem paling berbahaya dan ketinggalan jaman - heap leaching, dengan menumpahkan larutan asam sulfat ke atas tumpukan bijih Nikel. Dukung Petisi untuk menyelamatkan warga dan ekosistem Pulau Halmahera.
Saat ini baru ada 119 orang yang mendukung seruan aksi ini. Jika anda juga ingin mendukung seruan aksi ini, anda dapat mengirimkan nama, organisasi, alamat anda ke email
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
hingga tanggal 10 Maret 2010
Tolak Rencana Bank Dunia Menjamin Proyek Tambang PT Weda Bay Nikel
PT Weda Bay Nickel, tambang yang sangat berbahaya. Sekitar 21% kawasannya berada di kawasan lindung, termasuk Taman Nasional Lalobata dan Aketajawe. Mereka berencana membabat 35.155 ha hutan lindung. Sekitar 17 juta ton batuan digali tiap tahunnya dari sebuah pulau kecil yang kaya keragaman hayati dan rapuh. Mereka akan mengekspor 65 ribu ton kandungan Nikel dan Cobalt tiap tahun, dan membuang sisanya menjadi limbah ke Teluk Weda. Limbah tambang akan dikelola dengan sistem paling berbahaya dan ketinggalan jaman - heap leaching, dengan menumpahkan larutan asam sulfat ke atas tumpukan bijih Nikel.
Dukung Petisi untuk menyelamatkan warga dan ekosistem pulau Halmahera.
Hilangnya sumber pencaharian masyarakat pesisir Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur karena aktivitas tambang PT. Famiaterdio Nagara dan PT. Selomoro Banyu Artho membuat masyarakat menolak kehadiran perusahaan. Ditambah ketidakberdayaan pemerintah daerah serta aparat hukum menindak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh perusahaan tambang menjadi bukti bahwa proses pelucutan kedaulatan Negara ini terus berlangsung. Hal ini membuat Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Ilir Talo (FMPLIT) Menolak PT. Famiaterdio Nagara, warga Padang Batu, Pasar Talo dan Pasar Baru menolak PT. Pringgondani Rizki Utama, serta usaha keras Warga Kecamatan Maje yang tergabung dalam Forum Aspirasi Maje (FAM) untuk memperjuangkan haknya. Menghantarkan mereka pada satu pikiran bahwa lawan mereka satu, masalah mereka sama, sehingga bersepakat untuk bersama-sama memperjuangkan keselamatan Lingkungan dan Hak rakyat pesisir atas ekspansi pertambangan
Mari dukung warga Cibanas El Salvador menyelamatkan diri dari represi pertambangan skala besar, atas dukungan aparat. Serukan penghentian kekerasan dan pembunuhan terhadap masyarakat dan para aktivis anti tambang di sana. Serukan pemerintah El Salvador segera melakukan investigasi dan mengungkap motif pembunuhan Ramiro Rivera Gómez. Caranya?
1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida
Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.