Masyarakat sipil harus mendesak Denmark bertindak adil dan tidak berpihak sebagai Presiden, sekaligus tuan rumah COP 15, juga menuntut seluruh proses negosiasi COP 15 UNFCCC berjalan adil, terbuka, dan transparan, menjamin partisipasi penuh seluruh negara.
Caranya? Cantumkan Nama anda, nama Organisasi, Alamat, Propinsi dibawah petisi. Kirim ke
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Dukungan kami tunggu hingga 12 Desember 2009 waktu Indonesia. Petisi ini akan dikirim kepada Perdana Menteri Denmark dan Presiden COP 15 UNFCCC. Info terkait, buka www.csoforum.net atau www.jatam.org
PT Jogja Magasa Iron, tambang pasir besi milik Australia, akan menambang di pesisir Kulonprogo. Tambang ini akan mengancam pesisir selatan Kulonprogo sepanjang 22 km yang telah menjadi lahan hidup sekitar 123.601 petani dan nelayan.
Pada 20 Oktober lalu, 5 ribu warga Kulonprogo melakukan aksi menolak konsultasi publik rencana penambangan pasir besi di depan gedung Pemda Kulonprogo. Sekitar 30 orang mengalami luka-luka, 5 diantaranya luka berat dan harus dibawa ke rumah sakit.
Saat ini, sebanyak 155 individu dan lembaga yang mendukung Seruan Aksi Menolak Tambang PT Jogja Magasa Iron. Seruan aksi ini akan dikirimkan ke Gubernur DI Jogjakarta.
Sekitar 30 orang warga Kulon Progo Jogjakarta mengalami luka-luka, juga 5 diantaranya luka berat dan harus dibawa ke Rumah Sakit, karena direpresi aparat keamanan. Mereka bagian dari sekitar 5 ribu warga yang melakukan aksi menolak konsultasi publik rencana penambangan pasir besi, 20 Oktober 2009 lalu di depan gedung Pemda Kulon Progo. Tambang pasir besi PT JMI/ Australia mengancam rusaknya 22 kilometer pasir selatan Kulon Progo yang telah 30 tahun menjadi lahan hidup sekitar 123.601 petani dan nelayan.
Petani Kulon Progo dan ekosistem unik gumuk Pasir bergerak disana membutuhkan dukungan anda.
Saat ini baru ada 89 orang yang mendukung seruan aksi ini. Jika anda juga ingin mendukung seruan aksi ini, anda dapat mengirimkan nama, organisasi, alamat anda ke email
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
hingga tanggal 30 Oktober 2009
Sekitar 30 orang warga Kulon Progo Jogjakarta mengalami luka-luka, juga 5 diantaranya luka berat dan harus dibawa ke Rumah Sakit, karena direpresi aparat keamanan. Mereka bagian dari sekitar 5 ribu warga yang melakukan aksi menolak konsultasi publik rencana penambangan pasir besi, 20 Oktober 2009 di depan gedung Pemda Kulon Progo. Tambang pasir besi PT JMI/ Australia mengancam rusaknya 22 kilometer pasir selatan Kulon Progo yang telah 30 tahun menjadi lahan hidup sekitar 123.601 petani dan nelayan.
Petani Kulon Progo dan ekosistem unik gumuk Pasir bergerak disana membutuhkan dukungan anda.
Aliansi Rakyat Pengelola Gambut (ARPAG) Kalimantan Tengah mengirim surat terbuka untuk seluruh delegasi dan pihak manaun yang menghadiri Climate Talks Bangkok 2009. Mereka mendesak Negara-negara kaya Emitor Karbon (C02) seperti; Amerika,
Kanada, Australia, Rusia, Inggris, Prancis, Malaysia, China dan Negara
berkembang lainnya, menurunkan emisi karbonnya sampai “nol” agar
keselamatan bumi dan rakyat dapat terjamin secara bergenerasi. Mereka juga tegas menolak dan membatalkan usulan Taman Nasional MAWAS seluas sekitar 377 ribu ha, rencana investasi pertambangan migas, perkebunan kelapa sawit, Hutan Tanaman Industri (HTI) di eks PLG 1 juta hektar.
Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.