HOME arrow PUBLIKASI arrow Artikel
Artikel
Ikan Lapindo PDF Print
on Thursday, 10 April 2008

Views : 3918    


Oleh Siti Maemunah


Saya terus memikirkan ikan-ikan hebat, yang disebut sang koboi. Ikan-ikan yang suka pada lumpur Lapindo. Pasti ikan itu tahan suhu tinggi dan lingkungan yang buruk. Pasti kulitnya tebal, setebal muka pemilik Lapindo Brantas yang tak mempedulikan puluhan ribu korban. Pasti juga, batok sang ikan keras dan giginya tajam. Ia pasti ikan pemangsa yang menguasai perairan. Mirip perilaku pemilik Lapindo Brantas, yang punya banyak jurus meloloskan diri, meski digetok dan diprotes sana-sini. Dengan rentang kuasanya, tak cuma polisi, pejabat daerah  dan tokoh masyarakat juga melunak. Bahkan SBY pun takluk, tak berani tegas. Benar-benar ikan Lapindo


User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us Read more...
 
Masker Lumpur Lapindo PDF Print
on Saturday, 05 April 2008

Views : 4269    


Oleh Siti Maemunah

 

Image “Saya menjamin lumpur ini tak berbahaya, juga kandungan logam beratnya. Saya sudah mempraktekannya. Saya pakai lumpur itu untuk masker. Lihat kulit muka saya, lebih bagus dan lebih halus”, ujar  Soffian Hadi, salah satu pejabat Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), sambil menunjuk dan memegang-megang pipinya.


User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us Read more...
 
Emas di Tumpang Pitu PDF Print
on Thursday, 03 April 2008

Views : 4791    


Oleh Siti Maemunah


“Menurut perusahaan, Sianida akan netral jika bertemu air laut, karena Sianida bersifat asam, sementara air laut bersifat basa. Ia tak akan berbahaya lagi,” ungkap  Ari Untoro dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Propinsi Jatim, pada sebuah Talkshow di radio  Fajar FM Banyuwangi. Sianida adalah bahan kimia berbahaya. Seukuran biji beras saja, ia bisa berakibat fatal bagi manusia, sepersejuta gramnya dalam seliter air - bisa fatal bagi ikan. 

 



User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us Read more...
 
Ribuan Nelayan Banyuwangi Terancam Limbah PDF Print
on Wednesday, 02 April 2008

Views : 4735    


Oleh Em. Lukman Hakim, Tim belajar Wilayah Krisis Jawa Timur

Jika rencana tambang itu benar-benar dilakukan, Sugiono beserta ribuan nelayan lain akan terancam penghasilan. Sebab, kata Sugiono, arus laut Pancer mengarah ke Pondok Dadap, Rajegwesi, Benua, Muncar, dan bahkan hingga Puger Jember dan Sendang Biru Malang. Ancaman limbah tailing – sebutan untuk limbah tambang emas ini juga akan beresiko puluhan perusahaan ikan di Muncar dan ribuan karyawannya.

User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us Read more...
 
Ekonomi Yang Mencelakai Rakyat PDF Print
on Friday, 28 March 2008

Views : 4603    


Oleh: Subagyo
Advokat, anggota dewan pakar Walhi Institute – tinggal di Surabaya

Keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2008 (PP No. 2/2008) yang mengatur tarif kompensasi tanah hutan lindung menuai protes. Presiden SBY menetapkan tarif tertinggi Rp. 3 juta per hektar bagi korporasi yang menambang di hutan lindung. Berarti harga sewa tanah hutan lindung Indonesia hanya Rp. 300,- per meter persegi, jauh lebih murah dibandingkan harga sebutir kue onde-onde.


User comments Quote this article in website Send to friend Save this to del.icio.us Read more...
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Results 136 - 144 of 177

INFO KILAT

Sekretariat Nasional Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengucapkan Selamat Merayakan Natal dan Tahun Baru 2010

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.

 

Anda ingin mendapatkan buku ini?