Jika melihat potensi pertambangan dan banyaknya perusahaan tambang yang menyerbu Indonesia, semestinya seluruh Fakultas Hukum yang didaerahnya terdapat aktivitas pertambangan, harus mengenalkan Hukum Pertambangan pada para mahasiswa. Ironisnya sampai sekarang jumlahnya sangat minim.
Perdebatan tentang operasi pertambangan di Sulawesi Tengah masih belum usai, antara kepentingan ekonomi dan kepentingan lingkungan selalu bertentangan. Kandungan mineral yang kaya di daerah ini memang sangat menggiurkan nilai ekonomisnya. Jika diklasifikasikan nilainya dalam bentuk asset, maka kandungan mineral ini merupakan deposit yang sangat berharga di masa mendatang ketika sektor lain seperti budidaya sudah tidak mampu menunjang kesejahteraan masyarakat. Namun yang terjadi saat ini sepertinya tidak demikian, sektor budidaya yang lebih ramah lingkungan justru terabaikan karena keuntungan ekonomi dari eksploitasi kandungan mineral yang ada dianggap lebih menjanjikan.
Firdaus Cahyadi, Satu Dunia.Dimuat di Koran Tempo 6 Juni 2009
Ada fenomena menarik menjelang pemilihan umum presiden 2009 ini, yaitu mencuatnya isu neoliberal. Isu itu mencuat setelah calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggandeng Boediono sebagai calon wakil presidennya. Anehnya, semua calon presiden menolak disebut sebagai penganut paham ekonomi neoliberal. Bahkan, di berbagai media, calon wakil presiden Boediono pun menolak dituduh sebagai penganut paham neoliberal.
Oleh: IGG Maha Adi—Wartawan Lingkungan. Dimuat di Koran Tempo, 23 Mei 2009
Setelah Konferensi Laut Dunia (WOC) yang pertama usai di Manado, beberapa catatan tampaknya masih perlu dialamatkan kepada isu-isu pokok dalam konferensi ini. Pertama, pemerintah Indonesia menggelar WOC antara lain dengan keyakinan terdapat basis ilmiah yang kuat dan memadai, bahwa laut dan samudra berperan penting dalam isu perubahan iklim dan pemanasan global. Untuk Indonesia, isu-isu ini akan kontekstual bila dikaitkan dengan peranan Samudra Pasifik dan Hindia tropis yang mengelilingi perairan nusantara.
Jangan percaya slogan Manado kota Konferensi, apalagi kota turis, saat
ajang internasional World Ocean Conference – Coral Triangle Initiatives (WOC-CTI)
berlangsung. Aparat pemerintah dan keamanan Manado sama sekali tak
ramah. Angin demokrasi seolah mandek bersama datangnya WOC-CTI.
Nelayan-nelayan tradisional di teluk Manado was-was karena dilarang
melaut dan dirazia KTP nya.
1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida
Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.