Em. Lukman Hakim, Pasca Sarjana Unej, Dimuat Harian Surya Jatim
Konsekuensi dari pembangunan yang didasarkan pada ekspor minyak
cenderung negatif setidaknya selama 40 tahun terakhir, ujar Terry Lynn
Karl dalm buku Coverring Oil.
Efek buruknya meliputi pertumbuhan ekonomi lebih lambat dari yang
diharapkan, diversifikasi ekonomi yang buruk, indikator kesejahteraan
sosial yang menyedihkan, tingkat kemiskinan dan ketimpangan yang
tinggi, kerusakan lingkungan di tingkat lokal, korupsi yang meluas,
penyelenggaraan pemerintahan yang sangat buruk, serta tingkat konflik
dan perang yang tinggi.
Pemilik PT Lapido Brantas tak ada apa-apanya jika tidak didukung para
pemegang saham, juga bank dan lembaga keuangan yang memberi pinjaman,
baik dari dalam dan luar negeri. Mereka tersebar di 11 negara.
Bank-bank ini tentu mendapat keuntungan dari pinjaman yang diberikan.
Coba cek nama-nama berikut. Jangan-jangan bank anda juga mendanai pemilik PT Lapindo Berantas.
Negara kepulauan ini, bagai kelinci percobaan industri migas. Bagaimana tidak, jika pemerintah hanya tahu bagaimana mendapatkan sumur-sumur minyak, menawarkanya pada kontraktor – sebagian besar dari luar, dan menunggu dana bagi hasilnya. Sementara daya rusaknya – mulai penggusuran, pencemaran hingga kecelakaan migas, warga sekitar yang harus membayarnya.
Oleh Brian Yuliarto - Direktur Eksekutif Indeni, juga pengajar Teknik Fisika ITB
Krisis ekonomi karena kenaikan harga minyak dunia masih direspons secara hit and run dengan sebatas mengutak-atik APBN tanpa melakukan perubahan fundamental pada kebijakan energi di Indonesia. Jika ini yang masih terjadi, sebenarnya kita sedang memperbesar bom waktu bagi negeri ini.
Ini kumpulan kasus-kasus pertambangan, minyak dan gas sepanjang tahun 2001 hingga 2003. Buku ini berisi 99 artikel yang merekam kasus dan isu, mulai ExxonMobile di Aceh hingga tambang Freeport di Papua Barat.