Oleh Budi Kurniawan, aktivis Journalist and Writer Forum of Borneo.
Dengan hak pengelolaan hingga tahun 2022, pengerukan batubara PT Adaro
pastilah berdampak luar biasa bagi masyarakat Kalsel, baik yang berada
di sekitar lpenambangan maupun tidak, baik secara langsung maupun tidak
langsung. Berbagai konflik antara masyarakat dan Adaro terjadi
berulang-ulang dengan pola yang tak jauh berbeda. Sayang, cerita ini
jauh dari hiruk pikuk rencana penawaran saham perdana dan hak angket
yang diajukan DPR Senayan.
Lebih 4 juta ton uranium ditambang dari tanah indian Navajo di
Amerika Serikat. Ada yang menyebut kejadian ini sebagai “tragedi modern Amerika.” Ada baiknya, penduduk Sintang, Melawi, Landak dan Sanggau di Kalimantan
Barat - yang konon kaya bahan tambang Uranium, belajar dari pengalaman Navajo.
Saat berkunjung ke Bintuni dan Babo Papua Barat, sangat terasa ketangguhan BP di kawasan itu membuat Bintuni makin rapuh. Serbuan pendatang dengan segala budayanya termasuk makanan,
mempengaruhi pola hidup penduduk asli. Dari sinilah perkenalan dengan
beras dimulai. Pendatang mengkonsumsi beras dan menjadikannya makanan
populer. Sagu masih menjadi makanan pokok, namun beras menjadi pilihan
utama.
Oleh Andre S Widjaya, Badan Pendukung JATAM
Dimuat Majalah Forum Juni 2008
Harga BBM akan naik lagi. Berbagai opini dan debat seputar rencana kenaikan harga BBM marak diulas media massa. Kelompok masyarakat sipil, buruh bersama mahasiswa kembali turun ke jalan menyatakan penolakannya. Silakan saja berdemo kata Jusuf Kalla, pemerintah akan terus berjalan menaikkan harga BBM.
Em. Lukman Hakim, Pasca Sarjana Unej, Dimuat Harian Surya Jatim
Konsekuensi dari pembangunan yang didasarkan pada ekspor minyak
cenderung negatif setidaknya selama 40 tahun terakhir, ujar Terry Lynn
Karl dalm buku Coverring Oil.
Efek buruknya meliputi pertumbuhan ekonomi lebih lambat dari yang
diharapkan, diversifikasi ekonomi yang buruk, indikator kesejahteraan
sosial yang menyedihkan, tingkat kemiskinan dan ketimpangan yang
tinggi, kerusakan lingkungan di tingkat lokal, korupsi yang meluas,
penyelenggaraan pemerintahan yang sangat buruk, serta tingkat konflik
dan perang yang tinggi.