|
Bangka Belitung, pulau yang kaya timah. Karena timah Babel, Indonesia menjadi negara pengekspor timah terbesar di dunia, dengan memasok 40% kebutuhan dunia. Tapi kini, setelah 300 tahun pulau ini dikeruk timahnya, kesejahteraan masyarakat Babel belum meningkat. Sementara lingkungannya rusak parah. Tak cuma di daratan, sungai dan pesisir pun tak luput dari sasaran. Ribuan petani harus mengubah mata pencahariannya menjadi penambang. Sebelas tahun lalu saja, ada 887 kolong yang ditinggalkan para penambang timah. Lebih dari 60% hutan Babel rusak, 15 sungai tercemar akibat tambang timah.
Pada Jum'at, 6 Nopember 2009, Buku JATAM berjudul "Tiga Abad Melayani Dunia, Potret Tambang Bangka Belitung" diluncurkan di Cottage Permata Gading, Bengkulu, dengan narasumber Erwiza Erman (Peneliti LIPI), Siti Maimunah (JATAM) dan Walhi Sumatera Selatan
|
|
|
Tentu bisa dirasakan bagaimana susahnya hidup kita dengan listrik yang nyala mati/byar pet. Apalagi di kota Jakarta, yang setiap peralatan sehari-hari, mulai dari menanak nasi, menyetrika, menyalakan air, menonton TV hingga bekerja dengan komputer,yang semuanya bergantung pada listrik.
Padahal di tempat lain, seperti di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah dan lain-laian, byar pet menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hari ini listrik menyala, besok mati. Begitu seterusnya.
Tapi tahukah kita, bahwa justru sumber energi yang dihasilkan untuk menyalakan listrik di Jakarta berasal dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan kawasan kaya batubara lainnya?
Untuk itu, JATAM mengajak kawan-kawan semua menjadi relawan untuk mengkampanyekan "We Are Connected", Kita Terhubung. Bahwa yang kita nikmati saat ini, ternayta berasal dari kawasan lain, yang belum tentu bisa ikut menikmatinya
Dengan menjadi relawan JATAM, kawan-kawan dapat berkontribusi membantu menyampaikan informasi apa yang terjadi di suatu tempat kepada masyarakat di tempat yang lain, yang selama ini telah dikeruk sumberdaya alamnya. Baik yang ada di Jakarta, di Sumatera hingga di bumi Papua.
Caranya, kirimkan biodata anda ke email
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
kemudian kami akan menghubungi anda setelahnya
|
|
|