Penulis : Aminuddin Kirom, dkk
Editor : Siti Maemunah
Penerbit : JATAM
Tahun Terbit : 2008, 295 halaman
Ini buku seri terakhir dari trilogi rekaman kasus-kasus pertambangan di Indonesia sepanjang 2001 – 2005. Buku ini berisi 81 artikel. Buku ini merekam kasus pertambangan sejak 2004 hingga 2005. Berita terbanyak masa itu adalah rencana tambang di kawasan hutan lindung dan kasus pencemaran teluk buyat di Sulawesi Utara.
Penulis : Aminuddin Kirom, dkk
Editor : Chalid Muhammad dan Siti Maemunah
Penerbit : JATAM
Tahun Terbit : 2008, 391 halaman
Ini buku seri kedua, dari trilogi rekaman kasus-kasus pertambangan di Indonesia sepanjang 2001 – 2005. Buku ini berisi 105 artikel. Buku ini merekam kasus pertambangan sejak 2003 hingga 2004. Dan isinya beragam, mulai lembaga pendaaan internasional, limbah tailing, Extractive Industi Review bank Dunia hingga penambangan di Pulau Kecil.
Ini kumpulan kasus-kasus pertambangan, minyak dan gas sepanjang tahun 2001 hingga 2003. Buku ini berisi 99 artikel yang merekam kasus dan isu, mulai ExxonMobile di Aceh hingga tambang Freeport di Papua Barat. Mulai tambang batubara di pulau Sebuku, hingga migas di Bintuni. Ini buku seri pertama, dari trilogi rekaman kasus-kasus pertambangan di Indonesia sepanjang 2001 – 2005.
Penulis : P. Raja Siregar Penerbit : WALHI. September 2006 Halaman : 320
Buku ini mendokumentasikan bagian-bagian terpenting seputar kasus lingkungan dan kesehatan di Buyat, Kabupaten Minahasa Selatan, sekitar lokasi pertambangan emas PT.Newmont Minahasa Raya (NMR). Aspek lingkungan, kesehatan, penegakan hukum, dan peran media serta akademisi disajikan pada bab-bab terpisah. Informasi dan analisa disajikan secara detail, dan sejumlah diantaranya belum pernah dibahas di media massa ataupun forum ilmiah. Buku ini ditulis oleh penggiat lingkungan yang mengamati masalah lingkungan di dusun Buyat Pante sejak tahun 2000, dan melakukan beberapa penelitian di wilayah tersebut.
Penulis : Arianto Sangaji Penerbit : PT. Pustaka Sinar Harapan Tahun Terbit : 2002 Pengantar : DR. George Junus AdiTjondro dan Prof. Dr. Murai Yoshinori
Buku ini merupakan kajian ekonomi politik Pertambangan Indonesia. Di dalamnya memuat informasi aktual dan analisis mendalam yang dilakukan penulis terhadap praktek buruk Inco selama 30 tahun lebih operasinya di Sorowako (Sulsel). Melalui pendekatan ekonomi-politik, penulis berusaha untuk memberikan perspektif yang lebih luas bahwa sepak terjang Inco selama ini tidak hanya terkait soal penumpukan kapital saja. Tetapi sudah bercampur-baur dengan kepentingan politik dan kekuasaan dan diperburuk lagi oleh inisiatif-inisiatif kekuatan kapitalisme global.
Kampanye memperjuangkan penyelamatan Kalimantan dari eksploitasi dan ekstraksi aset-aset alam yang membabi buta dan mengancam keselamatan Warga Kalimantan dalam jangka panjang.
Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.