Hari Pangkalan Brandan Lautan Api adalah saat yang pas untuk merenungkan, semangat Laskar Minyak mempertahankan pengelolaan kilang minyak secara mandiri. Sekalipun nama mereka tak pernah terukir dalam sejarah, tak pernah disematkan ‘Bintang Gerilya’ bersudut lima, sebagaimana pahlawan Gerilya lainnya, namun semangat mereka layak ditauladani. Bila saja perjuangan Laskar Minyak berhasil, bisa jadi Indonesia tak akan pernah mengalami krisis energi.
Fluktuasi harga pasar minyak, menyebabkan negara-negara yang menggantungkan hidupnya dari ekspor minyak bumi cenderung tak sanggup mengontrol anggarannya. APBN Negara menjadi mudah berubah, menyebabkan ketidakpastian kebijakan fiskal. Ketidakpastian harga memicu negara pengekspor menjadi bulan-bulanan, karena turunnya pendapatan per kapita dan tingkat pertumbuhan dalam proporsi yang besar secara mengejutkan
Editorial Jatam untuk Hari Anak Nasional, 23 Juli 2009
Celakanya, ancaman-ancaman kekerasan, hingga gangguan kesehatan yang
dialami anak-anak di sekitar lokasi tambang, dipersembahkan pemerintah untuk memastikan
keamanan investasi keruk. Ujungnya, melayani pasar, melayani
negara-negara industri, lembaga keuangan internasional dan korporasi
transnasional.
Sejatinya, peringatan Hari Anak Nasioanal, 23 juli, menyalakan lampu
merah pada bangsa ini. Jika pengurusan sektor tambang masih keruk cepat
jual murah diteruskan, pertanda negeri ini akan banyak memiliki
generasi gelap, masa depannya suram.
Kampanye memperjuangkan penyelamatan Kalimantan dari eksploitasi dan ekstraksi aset-aset alam yang membabi buta dan mengancam keselamatan Warga Kalimantan dalam jangka panjang.
Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.