JATAM, Mataram -- Ketua Perhimpunan Advokasi Lingkungan untuk Emansipasi Masyarakat (PALEM), Bambang Mei Finarwanto, SH., mengatakan, akibat ulah para pengusaha tambang batu apung dikhawatirkan wilayah di sepanjang perairan laut Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) tercemar dan mengancam kehidupan masyarakat pesisir serta kelestarian lingkungan.
Siaran Pers
KONTRAS, IMPARSIAL, JATAM, MPI, WALHI, ELSAM, AMAN,
ALIANSI PEREMPUAN MENGGUGAT, ICW, YAPPIKA, LSPP, YLBHI
Jakarta, 19 Maret 2003
Laporan resmi Freeport McMoRan (yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Rio Tinto-- korporasi tambang transnasional terbesar dunia) tentang adanya kucuran dana kepada TNI untuk melakukan pengamanan di wilayah operasi pertambangan PT. Freeport Indonesia di Papua mengkonfirmasi dugaan banyak kalangan selama ini atas latar belakang fenomena hubungan mesra TNI dan Kepolisian RI dengan korporasi-korporasi transnasional. Dalam laporannya kepada Security Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat, Freeport mengungkapkan bahwa korporasi transnasional tersebut telah mengucurkan dana sebesar US$ 5,6 juta dollar pada tahun 2002 (sekitar Rp. 50 Milyar).
Jakarta, JATAM---Pada tahun 2001 PT Freeport Indonesia (PTFI) mengaku telah menyetor dana ‘khusus’ ke TNI sebesar USD 4,7 juta. Setoran dana ini meningkat lagi menjadi USD 5,6 juta pada tahun 2002, atau jika dirupiahkan sebesar Rp 50 miliar rupiah. Demikian laporan Freeport-McMoran Copper and Gold Inc., perusahaan PTFI kepada otorita pasar modal Amerika Serikat, Securities Exchange and Commission (SEC), yang dilansir Koran Tempo Jumat (14/3).
Sejak industri ekstraktif menjadi dewa penggerak ekonomi, ketahanan pangan dan energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan porak poranda. Batu bara membuat pengurus provinsi lupa daratan. Bukan kemakmuran dan kesejahteraan yang dinikmati warga, justru derita berkelanjutan yang mengarah kepada kebangkrutan sosial-ekologik-ekonomik.