Siaran Pers Civil Society Forum for Climate Justice Indonesia (CSF), 3 Oktober 2009
(Bangkok, 03/10/2009) Harapan mendengar kabar baik dari perundingan
Perubahan Iklim, hingga hari kelima Climate Talks 2009 di Bangkok, hasilnya bagai
api jauh dari panggang. Negara-negara industri hanya berani menetapkan
angka penurunan emisi 13% - 21% mulai tahun 2020. Angka ini jauh
dibawah target paling moderat untuk menyelamatkan warga bumi dari dampak perubahan iklim.
Perubahan iklim merupakan salah satu agenda global yang mendesak dan menuntut komitmen negara-negara industri untuk diselesaikan. Tahapan pertemuan penting berikutnya adalah Bangkok Intersessional Meetings on Climate Change, yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 September – 9 October 2009. Kelompok Masyarakat Sipil Indonesia untuk keadilan Iklim (CSF) prihatin dengan hasil-hasil perundingan sebelumnya dan mengkhawatirkan pertemuan kali ini masih sebatas perundingan bisnis antara negara pemilik limbah emisi (polluter) dengan negara pembeli limbah (buyer) dan bukan pada upaya menemukan solusi menghadapi bencana pemanasan global
Di masa pemerintahan SBY, hutan lindung makin terancam. Paling akhir, keluarnya izin pinjam pakai hutan lindung Dodo Rinti seluas 38 ha untuk perluasan tambang PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT). Dengan begitu, Newmont bisa meneruskan pengerukan emas kawasan blok 5 dan 6 konsesi Batu Hijau, hingga berakhirnya tambang 20 tahun ke depan. JATAM mengkhawatirkan daya rusak tambang Newmont akan meluas dari Batu Hijau ke Dodo Rinti, dan mengancam keselamatan warga.
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".