Jakarta;. Emas, intan dan bahan tambang lainnya yang berkilau abadi dan mahal, lebih mudah kita jumpai, dibanding suara-suara serta potret dari lokasi terpencil dan tak terdengar dimana emas dan minyak berasal. Di StoS Film Festival, JATAM dan KELIR Nusantara pada Rabu hingga Jumat minggu ini (25-27 Januari 2006) akan menggelar South to South Film Festival yang menyuguhkan beberapa film dokumenter tentang pertambangan serta pameran foto dengan tema manusia dan lingkungan. Sektor tambang akhir-akhir ini banyak disorot terkait dengan kasus kekerasan dan kerusakan lingkungan. Namun, tanpa pretensi untuk menghakimi, Festival Film ini ingin membuka lebih banyak informasi di balik dunia pertambangan lewat hasil karya para filmmaker yang mendokumentasikan pertambangan dari berbagai benua.
- Sektor pertambangan sebaiknya menjadi perhentian akhir (the last resort) -
Sudah hampir empat dekade umur industri pertambangan mineral di negeri ini, telah gagal membuktikan "mitosnya" menjadi penopang perekonomian Indonesia, apalagi mensejahterakan penduduk lokal. Kontribusi sektor ini hanya 1,3 - 2,3 trilyun terhadap APBN dalam 4 tahun terakhir, lebih kecil dari sektor kehutanan. Nilai tambahnya juga rendah karena bahan tambang diekspor dalam bentuk bahan mentah, ditambah rendahnya penyerapan tenaga kerja masal di tingkat lokal. Potret kegagalan ini tak terbantahkan, saat sektor ini juga gagal menunjukkan tanggung jawabnya terhadap kerusakan lingkungan, pelanggaran HAM dan penyelesaian konflik dengan penduduk lokal di lokasi-lokasi pertambangan.
Jakarta. Demi mempertahankan kelestarian kawasan pegunungan Mollo dan keberlanjutan penghidupan, para perempuan masyarakat adat Mollo tidak gentar menghadapi ancaman preman bersenjata sewaan perusahaan tambang marmer PT Teja Sekawan. Perusahaan ini masih ngotot ingin menguasai dan membelah batu-batu besar di pegunungan Molo meski terus mendapat perlawanan dari masyarakat adat Mollo. Setelah pada Agustus lalu perusahaan menggusur kebun warga dengan Ekskavator untuk membuat jalan, pada 2 November baru-baru ini PT Teja Sekawan mulai memotongi gunung batu.
Warga Minahasa Utara dan Bitung Tetap Menolak Operasi PT MSM
Jakarta. Hari ini, Kamis 13 Juli 2006, lebih dari 3000 warga Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menolak Limbah Tambang (AMMALTA) melakukan aksi unjuk rasa memprotes revisi dokumen AMDAL PT Meares Soputan Mining (MSM). Berangkat dari Lapangan Ma’esa di Bitung, mereka menyampaikan penolakan terhadap PT MSM (didukung 15.000 tanda tangan warga) kepada Bupati dan DPRD Minahasa Utara, Walikota dan DPRD Bitung, serta Gubernur dan DPRD Sulawesi Utara.
Ini kumpulan kasus-kasus pertambangan, minyak dan gas sepanjang tahun 2001 hingga 2003. Buku ini berisi 99 artikel yang merekam kasus dan isu, mulai ExxonMobile di Aceh hingga tambang Freeport di Papua Barat.