Jakarta-04 Maret 2005, Lebih dari 167 orang anggota masyarakat sipil dari seluruh Indonesia menandatangani surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Yudhoyono, yang isinya menolak kenaikan harga BBM. Surat terbuka ini diserahkan JATAM hari ini kepada Presiden dan kepada semua pihak yang berkepentingan di Jakarta mulai pejabat hingga media.
Jakarta, Pembuangan limbah tailing dengan teknologi STD (Submarine Tailing Disposal) seperti yang diterapkan oleh PT Newmont Minahasa Raya (NMR) terbukti tidak aman dan menimbulkan banyak masalah. Pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan yang dialami oleh warga Buyat akibat tailing PT NMR seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah Indonesia untuk tidak lagi mengeluarkan izin STD baru maupun memperpanjang izin yang sudah habis masa berlakunya.
Siaran Pers, 15 Maret 2005
-Hentikan Praktek “Lip Service” dalam Penegakan Hukum Kasus Pencemaran Minyak Kepulauan Seribu-
Jakarta, 15 Maret 2005: Koalisi Peduli Kepulauan Seribu (KPKpS) menilai pemerintah kurang serius dalam penegakan hukum kasus dugaan pencemaran minyak di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Janji pemerintah untuk melimpahkan kasus ini ke pengadilan pada bulan Maret 2005 tak kunjung terealisasi. KPKpS mendesak para penegak hukum, khususnya di Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) untuk lebih serius dalam penanganan kasus dan segera mengajukan kasus ini ke pengadilan.
Siaran Pers, 28 Maret 2005
JATAM-WALHI-OIL WATCH Southeast Asia
===================================
Selamatkan Korban dan Usut Tuntas Kebocoran Pipa Gas ExxonMobil Oil
Jakarta, 28 Maret 2005---Publik masih belum lupa dengan bencana Tsunami pada 26 Desember 2004 yang menimbulan korban ratusan ribu jiwa di Aceh dan Sumut. Rakyat Aceh bahkan belum pulih dari trauma bencana tersebut. Bencana lain datang, pada Rabu, 23 Maret 2005 sekitar 820 jiwa warga desa Rayeuk, Lokshukon Aceh Utara menjadi korban kebocoran gas ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI). JATAM, Walhi dan Oilwatch-Southeast Asia, menyatakan protes keras dan menyesali terjadinya kebocoran tersebut, apalagi terjadi disaat rakyat Aceh masih dalam suasana berduka.
Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".