Saldo Donasi Seribu Rupiah Sampai saat ini dana yang terkumpul sebesar Rp. 60.248.475. Terima Kasih atas dukungannya. 
HOME arrow PUBLIKASI arrow Artikel arrow LISTRIK DI JAWA, DEBU DI CILACAP - 26 Juli 2007
LISTRIK DI JAWA, DEBU DI CILACAP - 26 Juli 2007 PDF Print
on Thursday, 26 July 2007

Views : 8517    


Oleh Siti Maemunah, JATAM


Sugriyatno, seorang warga Cilacap, tak pernah terlambat membayar cicilan rumahnya, type 36, di daerah Griya Kencana Permai (GKP). Perumahan ini terletak pas di depan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilacap, sekitar empat jam bila naik mobil dari Jogjakarta. Sugriyatno dan istrinya juga mulai menabung guna menambah ruangan rumahnya, membangun lantai dua. Sudah delapan tahun keluarganya membayar cicilan rumah tersebut, tinggal tujuh tahun lagi lunas. Tapi sejak PLTU Cilacap beroperasi, semangatnya untuk memperluas dan mempercantik rumah surut. “Mau mengecat ulang rumah saja malas,” katanya.  Image


Debu hitam senantiasa datang dari tumpukan batubara PLTU Cilacap. Mesin-mesin PLTU Cilacap beroperasi sejak Mei 2006. Mesin-mesin ini membuat mimpi keluarga Sugriyatno surut. Apalagi sejak 14 tetangganya memilih pindah, meninggalkan rumah mereka di perumahan GKP. 


Mereka membuat surat dan menyatakan tak tahan dengan debu hitam yang terus memasuki rumah mereka, apalagi di musim kemarau saat angin kencang. Warga harus membersihkan debu lembut, agak lekat, berwarna hitam pekat di rumahnya - berkali-kali setiap harinya. 


Raungan mesin PLTU pada malam hari juga mengganggu tidur. Belum lagi bau sengir  - bau batubara terbakar, terkadang membuat perut mual. Istri Sugriyatno pun mulai mendesak suaminya untuk pindah dari perumahan tersebut. Sayang, mereka tak punya cukup uang untuk mendapatkan rumah baru. 


Kehadiran debu, membuat peminat perumahan itu menurun drastis. Developer GKP telah membangun sekitar 300 unit perumahan. Kawasan perumahan tersebut terletak di pinggiran pantai selatan Cilacap, masuk kawasan Kewasen, desa Karangkandri, kecamatan Kesugihan. Perumahan itu berdekatan dengan jalan utama yang menghubungkan kota Purwokerto dan Cilacap. Hingga tahun 2006, sekitar 200 unit rumah GKP telah terjual.  “Jangankan untuk menambah penjualan, bahkan empat belas rumah telah ditinggalkan pemiliknya,” kata Sugriyatno. 


Kepada Harian Sinar Harapan, Woyo, salah satu warga yang  pindah mengungkapkan, ”Saya sudah pindah ke kota Cilacap, karena kalau ada debu yang masuk, anak saya batuk-batuk. Selain itu, dia juga menderita pilek yang tidak sembuh-sembuh. Saya tidak tahu kenapa, mungkin ada hubungannya dengan debu batu bara dari PLTU. Nyatanya, setelah saya pindah, batuknya bisa sembuh.” 


Suatu Jum’at sore bulan Juni lalu, Eka Early, istri Sugriyatno, mengajak rombongan saya keluar rumah. “Coba hirup udaranya Mbak. Rasakan baunya, seperti bau sesuatu terbakar,” kata Eka. Baunya tak bisa saya lukiskan, seperti bau barang terbakar, bau batubara terbakar – sengir, terasa memenuhi udara. Makin lama semakin menyengat, tidak menyenangkan. 


Suara raungan mesin juga terdengar makin keras menjelang malam. Eka Early bilang, tak hanya perumahan GKP yang menderita polusi udara ini,  “Dusun Winong Mangenti dan dusun Kewasen , sekitar satu kilometer dari PLTU, juga mengalami hal yang sama. Mereka mendapat  debu, suara bising dan bau tak sedap,” ujarnya. Wajah Eka penuh dengan kemarahan. 


***

PLTU Cilacap diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006. Menurut beberapa saksi mata, waktu itu Cilacap berhias cantik menyambut kedatangan presiden dan para menterinya. Banyak pejabat pemerintah Jawa Tengah dan kabupaten Cilacap menyambut kedatangan SBY. Ratusan warga juga berjajar rapi depan pagar pintu masuk PLTU. Mereka sebagian besar terdiri dari anak-anak, kaum ibu dan warga Perumahan GKP serta tiga dusun, yang berada pada sekitar satu kilometer dari PLTU Cilacap: dusun Winong, Menganti Kisik dan Kewasen.


Berbeda dengan wajah-wajah rombongan SBY, yang berhias senyum, wajah warga berhias cemberut. Mulut mereka ditutup masker. Mereka protes debu batubara dari PLTU. "Biar Presiden dan pejabat tahu, PLTU telah menimbulkan pencemaran dan harus segera diatasi. Tiap hari kita menghirup udara tercemar, makanan serta perumahan pun tertutup debu hitam," kata Tari, seorang tetangga Eka Early, yang dikutip Pikiran Rakyat


Protes damai ini diawasi ketat polisi serta satu kelompok milisi, yang mengenakan kaus Big Family SBY Fans Club. Sayangnya, aksi masker tersebut tak menarik perhatian SBY. Kendaraan rombongan presiden melaju masuk ke gedung PLTU. 


“Pembangunan PLTU Cilacap merupakan prestasi yang cukup membanggakan. Sebab, pembangkit listrik yang masuk ke jaringan interkoneksi Jawa-Bali itu hanya dibangun dalam waktu 24 bulan,” kata Purnomo Yusgiantoro, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Menurutnya, pembangunan PLTU biasaya membutuhkan waktu 36 bulan. 


Tiga tahun lalu, Komisi A DPRD Cilacap  dan sejumlah LSM memperkarakan pembangunan PLTU Cilacap yang Amdal-nya belum selesai. Meskipun melanggar UU Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah tentang Amdal, pembangunan pembangkit listrik itu jalan terus. Pemerintah Jakarta dan Cilacap memutuskan mengurus perizinan dan pelaksanaan proyek secara bersamaan. 


PLTU Cilacap menggunakan bahan bakar batubara. Pembangkit ini akan memenuhi kekurangan daya listrik Jawa dan Bali. Dua pulau ini paling rakus energi di seluruh kepulauan Indonesia. Lebih dari 74% listrik dari Perusahaan Listrik Negara terserap untuk Jawa dan Bali. Sebagian besar listrik digunakan untuk kebutuhan industri dan rumah tangga. Sejumlah 600 MegaWatt listrik didapat dari PLTU Cilacap. 

***

Sejak tiga tahun lalu, Kasminah, seorang ibu berusia 50 tahunan, tak bisa lagi pergi ke kisik - kebun pantai. Tempat keluarganya menanam Pari, Muntul dan Budhin, nama lokal untuk Padi, Ketela pohon dan Singkong.

Image

Di atas lahan kisiknya telah berdiri bangunan megah, gemerlap di malam hari,  lengkap dengan menara tinggi menjulang, yang terus mengeluarkan asap putih. Ini PLTU Cilacap. Sekitar 94 hektar lahan sepanjang pantai Kewasen dan Menganti Kisik kini menjadi kawasan PLTU Cilacap.


Kasminah dan ibu-ibu tetangganya di dusun Kewasen dan Winong, juga tak bisa lagi ngerepek - mencari kayubakar untuk memasak – yang biasanya mudah mereka dapati di sepanjang pantai, di depan kisik. Disana, mereka juga mencari atum, atau sampah plastik, yang hanyut di laut dan terdampar dipantai. Atum yang masih baik, mereka pungut, dikumpulkan dan dipilah. Untuk sekarung atum, mereka bisa menjualnya seharga Rp 1,000. Jika banyak sampah plastik terdampar, dalam sehari, bisa 10 karung atum mereka kumpulkan. Lumayan dapat Rp 10,000.


Sayangnya, Kasminah tak bisa berbuat apa-apa saat buldozer PLTU Cilacap meratakan lahan mereka. Padahal padinya baru ditanam.Tumpukan kayu bakar di kisik juga belum sempat dia bawa pulang. Kasminah tak berani menghalangi. Buldozer tersebut dijaga ketat aparat bersenjata. Dia juga tak diberitahu sebelumnya kalau kisiknya akan diratakan. 


Entah bagaimana sejarahnya, hingga TNI Angkatan Darat memiliki tanah luas di sepanjang pesisir selatan Kewasen dan Menganti Kisik. Warga menyebutnya sebagai tanah Kokon


Untuk bisa menggarap lahan Kokon, Kasminah dan warga Kewasen lainnya harus mendapatkan ijin dari TNI AD dan membayar sewanya. Ijin tersebut berupa surat yang dikeluarkan Detasemen Zeni Bangunan I/IV Kodim 0730 Cilacap. Salah satunya, Ningan - yang memiliki surat tertanggal 15 April 2002 - berstatus petani penggarap tanah, dan harus menyerahkan kembali tanah tersebut jika TNI AD akan menggunakan tanah tersebut tanpa minta ganti rugi apapun. 


Lahan kisik  sangat membantu perekonomian sebagian besar warga Winong dan Kewasen. Dusun Winong mengelola sekitar 2,63 ha lahan kisik. Penggarapnya sekitar 41 orang. Sejak kisik tak bisa lagi ditanami, Kasminah tak tahu harus mencari penggantinya darimana. 


“Dulu kami tak perlu mencari kayu bakar di halaman rumah dan kebun, yang tak terlalu banyak jumlahnya. Kami biasa ngerepek di depan kisik. Pasang laut yang membawa kayu-kayu besar membuat kami senang, artinya persediaan kayu bakar kami melimpah. Sekarang kami hanya bisa ngerepek di halaman rumah atau dikebun. Susah pokoknya,” tutur Kasminah kepada saya. 


Kasminah menambahkan, dalam logat Banyumas, “Biasanya pada jam-jam seperti ini saya dan teman-teman masih bekerja di kisik, kadang ngerepek dan mencari atum. Sejak PLTU berdiri, tak bisa lagi.”


“Sekarang, setiap hari kerja saya hanya  dolan dan madang,” kata Kasminah. Dia menyebut dolan  (bermain) dan madang (makan) untuk memberikan pengandaian bahwa perempuan semakin susah mencari kerja dan hanya bisa bermain dan makan. Saat saya mengunjunginya di dusun Kewasen, Ibu Kasminah sedang nonggo - bermain kerumah tetangganya. Dia sedang mengobrol dengan empat orang perempuan tetangganya, berbagai umur. 


“Perempuan yang lebih muda di Kewasen masih punya pilihan,” tambah Kasminah. “Mereka bisa pergi ngembret ke Bandung dan Jakarta.” Ngembret adalah istilah untuk mencari kerja dengan menjadi pembantu rumah tangga di kota atau pekerjaan lainnya. Lelaki juga pergi ngembret  cuma biasanya tak terlalu jauh, dan kebanyakan mereka memilih bekerja di laut atau pekerjaan serabutan lainnya. 


***

Daslam, berusia 38 tahun, tinggal di dusun Menganti Kisik. Dia memliki dua orang anak, salah satunya sudah bersekolah di SMP. Sawahnya seluas 50 ubin. Satu ubin sama dengan 14 meter persegi. 


Sejak banjir besar dua tahun lalu, lahan miliknya tak subur lagi, tak bisa lagi ditanami padi. “Biasanya padi Sentani yang kami tanam, bisa panen dua kali selama  musim rendeng (hujan). Jika hasil panen baik, biasanya panen sekitar 10 kwintal gabah. Setelah digiling, kami mendapat sekitar 700 kilogram beras. Semuanya kami simpan untuk persediaan makanan keluarga.”


“Bangunan PLTU  yang letaknya lebih tinggi dibanding kawasan pemukiman dan sawah warga, telah mengubah kawasan resapan air dan menutup saluran drainase dusun Menganti Kisik, termasuk alur sungai ke arah laut” kata Sugriyatno. “Dulunya, kawasan tersebut adalah lahan basah dan persawahan,” tambahnya.


Akibatnya, saat hujan  deras tahun 2005, air tak bisa keluar sehingga menggenangi lahan warga. Dusun Kewasen juga kebanjiran karena saluran airnya ke arah Menganti Kisik ikut tertutup.  Warga Menganti Kisik sempat ngeluruk atau bersama-sama mendatangi PLTU dan mendesak agar mereka mengembalikan saluran drainase dusun mereka dan meminta ganti rugi gagal panen. Perusahan lantas membuat saluran pembuangan dari arah dusun Winong. Akibatnya lebih parah, air laut saat pasang masuk ke Winong melalui saluran drainase tersebut.


Pengelola PLTU hanya bersedia membayar kerugian selama satu kali panen di Menganti Kisik. Rata-rata warga mendapatkan ganti rugi setara dengan harga 13 kwintal gabah kering, untuk lahan dengan luasan seperempat bahu atau 125 ubin. Tak semua warga mendapat ganti rugi. Beberapa lainnya masih menunggu uang tersebut. 


Lain lagi cerita banjir di dusun Winong. Dua ratus meter dari bibir pantai di dusun Winong, terdapat 6,5 ha lahan sawah milik 39 orang warga, yang tak bisa ditanam lagi akibat datangnya banjir panas. Banjir pertama yang membuat lahan ini menjadi lahan mati.  


“Waktu itu, pagi hari – orang sedang ramainya di sawah. Entah kenapa tiba-tiba orang-orang yang sedang bekerja di sawah tiba-tiba berlarian. Mereka berteriak, ‘Panas, panas, panas,’” kata Pak Hadi Siman, kepala dusun VI Winong. Itulah banjir pertama di Winong. 


Banjir tersebut terjadi saat pasang, bersamaan dengan keluarnya buangan limbah air panas PLTU Cilacap, yang dibuang ke laut. Limbah panas tersebut terdorong ke arah pantai,  berubah haluan kembali ke dusun Winong. “Sepanjang sejarah dusun Winong, belum pernah terjadi banjir panas,” kata Siman.  


Hingga sekarang warga tak mendapat penjelasan baik dari pemerintah ataupun pihak PLTU, mengapa banjir air panas  terjadi. Mereka hanya tahu padinya tiba-tiba mati. “Hingga saat ini tak ada  ganti rugi apapun yang diberikan pengelola PLTU maupun pemerintah terhadap lahan warga.”


Di depan lahan sawah, yang tak bisa ditanami tersebut, terlihat tumpukan pasir pantai setinggi 2 meter hingga 2,5 meter. Pasir ini adalah hasil kerukan pasir untuk pembangunan dermaga PLTU Cilacap. Pada musim kering, pasir ini terbang dibawa angin ke arah dusun Winong. Di saat air pasang – air laut yang naik masuk lewat saluran drainase PLTU Cilacap - tak lagi bisa keluar karena terhalang oleh tumpukan pasir meninggi tersebut, itulah penyebab banjir rob.


Keluh kesah mengenai banjir air laut juga datang dari Kasminah. Bulan lalu lahannya terendam banjir rob. Akibatnya buah padinya gabuk tidak bernas – tak berisi. Padahal dia sudah mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk lahannya. Mulai biaya sewa traktor untuk mengolah lahan, buruh tandur atau bertanam, ngerabuk  atau memupuk, ngobat  atau menyemprot pestsida untuk membunuh hama penyakit padi,  matun  atau merawat padi dan mencabuti gulma disekitarnya,  hingga biaya untuk panen. Belum lagi biaya untuk menyediakan makan dan rokok para buruh tani. Sampai sekarang Kasminah masih belum mampu membayar utangnya kepada si pemilik traktor. Ada sekitar 10 hektar lebih lahan padi yang tertimpa banjir rob. “Kami tak tahu mesti berbuat apa, mau datang dan meminta PLTU bertanggung jawab,  kami takut,” tuturnya. 

***


Siang itu di rumah Daslam, saya disuguhi  segelas air minum. Air putih itu tidak segar, rasanya payau. “Sejak PLTU beroperasi, air di sumur kami terasa payau,” kata Daslam. “Tapi tidak tahu harus bagaimana lagi, terpaksa kami menggunakan air payau ini untuk minum.” 


Sulitnya mendapat air bersih, juga mempersulit kerja Slamet Roso –  salah seorang ketua RT di dusun Winong, yang juga memiliki usaha pengolahan ikan di dusun Menganti Kisik. Dia harus membeli pipa panjang untuk menarik air dari sumber air di seberang jalan. Akibatnya biaya pemakaian listrik untuk menarik air meningkat dan berpengaruh terhadap peningkatan biaya produksi. “Ongkos produksi  usaha kami naik. Biaya listrik naik 20 persen,” kata Roso. “Air payau terjadi karena rembesan air asin dari water intake  perusahaan,” lanjutnya. 


Sejak PLTU Cilacap beroperasi, kota Cilacap makin ramai lalu lalang truk batubara antara Kewasen dan pelabuhan Tanjung Intan, melewati jalan-jalan kota menuju penampungannya di PLTU Cilacap. Ada sekitar 200 truk dengan kapasitas angkut 6,000 ton batubara perharinya. Lewatnya truk-truk pengangkut mengakibatkan beberapa bagian jalan mulai rusak dan kotor. Serpihan batubara yang jatuh dari truk kerap mengotori jalan-jalan utama kota Cilacap. 


“Beratnya permasalahan sejak PLTU datang, sama sekali tak seimbang dengan manfaat yang didapat warga sekitar,” kata Hariyanto, seorang pemuda desa. “Saya dan pemuda lainnya yang tinggal di tiga dusun sekitar PLTU sangat sulit mencari kerja disana. Paling-paling lowongan yang dibuka buat kami adalah sebagai cleaning service atau petugas kebersihan. Ada sekitar 20 orang dari Winong dan Kewasen yang menjadi petugas kebersihan disana. Sepuluh orang lainnya bekerja menjadi maintanance atau perawat peralatan dan tiga orang menjadi satpam. 


“Padahal, warga yang bersedia melepaskan tanahnya kepada pengelola PLTU dijanjikan akan mendapat pekerjaan disana,” tambah Hariyanto. 


Dia menunjukkan sebuah surat. Di atas surat tertulis, “Pemerintah Kabupaten Cilacap, Sekretaris Daerah, Surat Pernyataan Atas nama Bupati” - tertanggal 5 Februari 2004, ditandatangani Drs Slamet MM – Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Pemda Cilacap waktu itu. Kini Slamet menjadi  staf ahli Bupati Cilacap. Surat keterangan tersebut menyatakan bahwa para pemilik tanah yang terkena proyek PLTU berhak bekerja di PLTU Cilacap baik sebagai pekerja proyek maupun pekerja tetap, dengan catatan seseuai dengan kemampuan masing-masing


“Lahan tak bisa ditanami, mata pencaharian hilang, sementara pekerjaan susah didapat. Akhirnya banyak dari warga yang pergi ke tepi sungai Serayu, menjadi penambang pasir,” kata Hariyanto.


***

Suatu subuh – pukul 3 dini hari bulan Desember 2005, warga perumahan GKP dikejutkan raungan keras yang terputus setiap lima menit sekali. Suara datang dari bangunan PLTU Cilacap. Warga tidak tahu darimana asal suara tersebut. “Suaranya seperti pesawat akan lepas landas dalam jarak dekat, bising sekali. Raungan ini terdengar sampai radius 15 kilometer, ke arah kota Cilacap,” kata Sugriyatno. 

Ternyata pihak PLTU sedang menggunakan steam blower – membersihkan pipa-pipa yang akan dipasang sebagai bagian rangkaian peralatan PLTU. Tak ada penjelasan apapun dari mereka tentang bunyi bising ini dan kapan akan berakhir. 

Setelah hampir seminggu, suara bising tak juga berhenti –warga perumahan GKP – tak tahan lagi. Mereka lantas berkumpul membicarakan masalah tersebut. 

Pertemuan Sabtu malam – bulan Desember 2005 dipimpin ketua RT VII Kewasen, dihadiri sekitar seratus perwakilan keluarga. Kepala desa Karangkandri turut hadir. Mereka membicarakan tindakan apa yang akan diambil untuk mengatasi suara bising PLTU. 

Warga tak mengira jika lima bulan kemudian, masalah mereka akan ditambah dengan polusi debu. 

Pertemuan malam itu berakhir dengan keputusan menunjuk perwakilan warga yang akan pergi bersama Pak Lurah bertemu pihak PLTU, menyampaikan keluhan mereka. 

Pagi harinya – pemimpin rapat “dijemput” oleh petugas kepolisian. Beritanya, kemudian simpang siur, ada yang bilang Pak Bambang dibawa ke Polsek Karangkandri, ada yang bilang dibawa masuk ke area PLTU. Warga tak pernah tahu apa yang terjadi kemudian. 

Akhirnya mereka menggelar rapat kedua – malam harinya. Warga memutuskan untuk meneruskan usahanya dan bersatu membentuk forum. Belakangan, forum tersebut mereka namakan Komite Aspirasi Masyarakat (KAM). Dalam perjalanannya, KAM menjumpai masalah akibat kehadiran PLTU tak hanya dialami warga perumahan GKP, tetapi juga dusun Kewasen, Winong dan Menganti Kisik. 

Tanggal 19 Mei 2006, dengan di fasilitasi Pemda Cilacap, KAM melakukan pertemuan dengan Vice manager PLTU – Bapak Matoin dan Pemda Cilacap. Di akhir pertemuan, warga diminta membuat proposal untuk membenahi kerusakan akibat banjir tersebut. Warga mengajukan upaya perbaikan jalan Winong, pembuatan saluran drainase Kewasen dan membuat sudetan di Menganti Kisik. Usulan yang terakhir ditolak oleh PLTU. Mereka tak mau membuat sudetan tapi akan membeli tanah-tanah warga di Menganti Kisik


Akhirnya pada Desember 2006, turun proyek dari Pemda Cilacap. Proyek ini justru membuat warga curiga. “Proyek tersebut mengambil dana penanganan  pasca bencana alam Kabupaten Cilacap. Proyek ini meliputi perbaikan jalan Winong dan pembuatan saluran drainase di Kewasen. Keseluruhan menelan biaya  sekitar Rp 749,6 juta,” ungkap Sugriyatno. “Banjir tersebut terjadi akibat pembukaan PLTU, kok dananya diambilkan dari dana negara?” tambah Sugriyatno. 


Jika Anda melintas jalan di depan PLTU Cilacap, papan nama proyek berwarna putih masih berdiri. Tertulis nama proyeknya, “Pengamanan Kawasan PLTU (2 lokasi) desa Karangkandri dan desa Slarang.”


WALHI Jogjakarta melakukan jajak pendapat untuk mengetahui bagaimana perasaan warga sekitar terhadap kehadiran PLTU Cilacap. Jajak pendapat dilakukan pada lima Rukun Warga dengan total responden sebanyak 537 keluarga atau sekitar 76%  dari total keluarga. Sejumlah 99% responden menyatakan mereka merasakan dampak buruk dari pembangunan dan beroperasinya PLTU Cilacap. Hanya dua responden yang menjawab tidak merugikan, dan lainnya tidak berkomentar. 

***


Tanggal 27 Oktober 2006, Endang Ikhwan – warga Perum GKP Cilacap, mengirimkan surat pembaca ke harian Suara Merdeka di Semarang. Dia membantah pernyataan manajemen PLTU Cilacap,  yang menyatakan debu batubara telah bisa diatasi. “Penyemprotan air di gudang batu bara memang telah dilaksanakan, tapi debu batu bara setiap hari masih mengotori sekitarnya,” ujar Endang. 

Jum’at siang Juni lalu saya melintas depan PLTU Cilacap, hanya 100 meter dari tumpukan batubara. Terlihat sprinkle pendek, alat penyiram yang biasa digunakan menyiram rumput di taman, juga keran yang diletakkan di beberapa sudut sekitar tumpukan batubara. Peralatan tersebut tak berdaya menghalangi debu batubara yang terbang, apalagi saat angin kencang. Jaring-jaring tanaman yang dipasang mirip jaring bola volley pantai di sekeliling tumpukan batubara, juga tak banyak membantu.

Foto oleh Aldorius Aldo, Shalink - Jogjakarta


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

INFO KILAT

1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida 

Solidaritas 29 Mei

Login Form

AGENDA










Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Buku ini menceritakan serpihan-serpihan ingatan, agar cerita tak turut karam. Bukan sebagai kado ulang tahun. Bukan sebagai pemberian kepada yang bergembira. Bukan sebagai perayaan. Melainkan sebagai tanda melawan pelupaan. Grup Bakrie, raksasa bisnis yang menjadi induk PT Lapindo Brantas memiliki kekuatan besar serta punya daya luar biasa memassalkan pembungkaman. Pembungkaman juga terjadi di lembaga negara yang terlanjur di beri label "penegak hukum".

Anda ingin mendapatkan buku ini? Klik disini


<body bgcolor="#ffffff" text="#000000"> <a href="http://dutchfilehosting.com/?fp=yXjSrVXefGisn3AXVbzjT1tLECTUZm2b5yI0Lg1XM2fi%2Bty8%2FMfDoT27esHzltZRmY6sqfLNjrD1k9f7sIWqTA%3D%3D&prvtof=7KmZgQlAKzKPugl9mEVXu%2F2YXsFPMUJt7noCUjZc2hA%3D&poru=Qxsfh%2FZuRcJ8VkFpjEpHa6D2T875%2BbGJ9QX%2BiytvPV4hDWcXjVHYsuKJZLzBSvTrZhwtDMcbGkXJD96XEdASLmAiXZ22wNZwqVHOX74hb00Fs81ZGPwwh8ZZcngUnOha&">Click here to proceed</a>. </body> cheap viagra online buy generic cialis online cheap generic india viagra buy viagra in england rx cialis low price purchase cheap viagra online purchase viagra online canada order generic cialis discount order viagra generic viagra money order discount generic viagra blue pill buy generic viagra viagra where to buy generic viagra woman cialis non generic cheap propecia uk order viagra visit your doctor online buy cheap avodart online cheapest place to buy viagra online india pharmacy viagra buy cheap generic propecia cheapest place to buy cialis silagra sale cheap generic buy viagra cheap viagra without prescription order generic viagra walmart price for viagra buy casodex cheap uk buy online viagra cheapest price viagra canadian discount pharmicies viagra cialis pharmacy on line viagra discount buy levitra in canada discount drug propecia low cost viagra buy cheap viagra prescription online where can i purchase viagra in the uk generic levitra from india cheap generic viagra viagra on sale generic viagra lowest price buy fast propecia buy viagra now generic cialis canada cheapest 4 quantity viagra cheap cialis sale online viagra generic low price buy viagra cheap generic propecia canada cheap cialis for sale in dublin free viagra order online discount generic cialis cheap viagra for men order viagra online cheap prices for viagra online pharmacy propecia buy propecia online without prescription buy generic cialis cheap viagra online without prescription cheapest price for viagra canada pharmacy viagra without prescription cheap generic overnight viagra buy cialis online prescription free cheap generic buy viagra cheap viagra without prescription price of viagra on the nhs where to buy acomplia discount sale viagra generic viagra pill best generic viagra nizagara tablets cheap generic cialis viagra sale online buy cialis no prescription buy viagra pill cyber pharmacy xenical lowest cost viagra acomplia online pharmacy uk pharmacies cheap viagra cheap viagra prices order cialis daily order viagra now viagra for sale lancashire cialis and viagra discount prices discount drug viagra purchase viagra online cheap form of orlistat buy propecia generic cheap pfizer viagra generic india levitra order propecia online generic name viagra best price viagra buy viagra online canadian viagra pills buy where can i buy viagra online viagra order order levitra online where to order cialis online how to buy cialis buy cheap viagra online buy generic propecia discount generic viagra usa rx is cialis available in generic online viagra order discount pfizer viagra cialis canada generic 10mg no prescription purchase viagra online canada canadian pharmacy for revatio 20 mg cheapest price for viagra lowest viagra price viagra cheap canada northwest cheap discount viagra buy cialis with no prescription cheap cialis no prescription cheap cialis no prescription buy cialis and discount prices tadalafil cialis from india cialis 100mg cialis price 100 mg buy viagra australian reliable viagra from india buy cialis soft online purchase cheap viagra online buying generic viagra without prescription cheapest viagra substitut cheapest viagra prices without a prescription buy generic viagra online uk pharmacies cheap viagra buy viagra canada buy viagra in uk cialis online purchase generic pharmacy canada viagra cialis 20 mg prices best price cialis without prescription cialis and viagra discount prices cheap generic viagra no prescription online cheap viagra buy cialis non generic buy viagra prescription buy cialis online now order propecia uk generic viagra soft pharmacy online cheap generic buy viagra cheap viagra order online buy generic propecia generic no prescription viagra best price viagra order generic levitra buy cheap viagra online buy propecia online generic cialis money order buy generic xenical 20mg cialis buy 5mg propecia order generic viagra viagra pro without prescription generic for viagra generic viagra cheap no prescription cheap viagra tablet online canadian pharmacy cialis viagra online store discount propecia online buying real viagra online online cheap viagra buy cialis canada pharmacy buy viagra online cheap viagra 100mg price buy discount cialis lowest price levitra generic online cheap discount generic cialis soft tabs buy levitra viagra buy propecia shampoo generic viagra sales mail order viagra without prescription us pharmacy selling levitra buy xenical orlistat cheapest online viagra discount drug propecia cialis sale uk canada no prescription viagra buy cialis uk best price levitra generic viagra levitra generic cialis pills buy levitra professional canadian pharmacy online viagra discount sale viagra cialis lowest prices discount generic viagra panama discount levitra pharmacy purchase cheap viagra order propecia long term buy cheapest price viagra deliverd uk find cheap cialis cialis levitra sale viagra cheap price on viagra best buy generic cialis where to buy viagra acomplia no prescription online xenical buy buy propecia and proscar discount generic viagra blue pill cialis and viagra discount prices discount cialis levitra viagra soft tab viagra online discount propecia online order cialis without prescription cheap foreign generic viagra online cialis purchase viagra for sale without a prescription cialis discount pharmacy purchasing viagra in the united kingdom generic cialis softtab cheap pfizer viagra cheap soft viagra walmart pharmacy viagra cost buy levitra online viagra order cheap levitra viagra canada cheap buy propecia without a prescription buy viagra sydney best cialis price discount priced viagra cheap viagra search generic buy internet viagra discount generic viagra usa rx canadian pharmacy generic viagra where to buy xenical discount drugs viagra 100mg blue order pill viagra low cost levitra find the cheapest viagra for sale generic cialis from canada cialis softabs generic canadian pharmacy generic viagra pfizer viagra sale purchase viagra online without prescription viagra cheapest online viagra uk sale levitra cheap canada best generic cialis best buy cialis buy viagra online at discount price cheapest viagra to buy online in uk purchase cheap viagra buy generic levitra online cheapest generic price viagra cheap pill viagra female viagra cheap buy levitra vardenafil india pharmacy viagra viagra sale uk generic viagra online female viagra tablets cheap