Saat penduduk dunia menyambut Natal dan tahun baru, warga Cabanas El Salvador justru berduka. Salah satu warga mereka, Ramiro Rivera Gómez meninggal ditembak pembunuh tak dikenal pada 20 Desember 2009. Ini pembunuhan kali kedua dialami Ramiro, setelah 7 Agustus lalu, ia ditembak sebanyak 8 kali, tapi berhasil selamat. Ramiro adalah pemimpin perlawanan masyarakat terhadap rencana pertambangan emas yang merusak lingkungan, milik Pacific Rim dari Kanada.
***
Ramiro Rivera Gómez, wakil presiden CAC - Comité Ambiental de Cabañas, Komite Lingkungan Cibanas, Minggu lalu, 20 Desember 2009, meninggal setelah ditembak orang tak dikenal dengan senapan jenis M-16. Ramiro adalah pemimpin perlawanan masyarakat terhadap rencana pertambangan emas yang merusak lingkungan, milik Pacific Rim. Ia ditembak di daerah tempat dimana ia tinggal, di Cabañas Republik El Salvador, negara di Amerika tengah yang berbatasan dengan Honduras dan Guetemala. Anak perempuan Ramiro, 13 th, yang saat itu bersamanya, juga terluka tapi dikabarkan kondisinya sudah stabil.
Pembunuhan ini kali kedua dialami Ramiro Rivera. Pada 7 Agustus lalu, ia ditembak sebanyak 8 kali, tapi berhasil selamat. Oscar Menjívar, akhirnya ditangkap karena upaya pembunuhan ini. Warga mememberikan kesaksian bahwa sebelumnya Oscar adalah pekerja tambang Pacific Rim dari Kanada, tapi perusahaan menyangkal hal itu.
Juni sebelumnya, pembunuhan juga menimpa aktivis FMLN yang juga aktivis anti tambang, Marcelo Rivera. Ia ditemukan disiksa dan dibunuh di Cibanas. Sejak itu, penyerangan, ancaman pembunuhan dan penculikan terhadap anggota masyarakat dan aktivis yang menolak tambang El Dorado, terus berlangsung, Menteri Lingkungan El Savador menyangkal telah memberikan ijin bagi Pacific Rim, perusahaan bermarkas di Vancouver Kanada ini. Kini dibawah CAFTA atau perdagangan bebas antara Amerika Serikat dengan Amerika Tengah, perusahaan baru saja mengumumkan gugatan hukum senilai 77 juta dolar melawan pemerintahan El Salvador.
Ironisnya, kekerasan bahkan pembunuhan di atas dianggap kasus kejahatan biasa oleh Polisi dan Para penegak hukum lainnya di sana.
Sumber : http://www.cispes.org/index.php?option=com_content&task=view&id=648&Itemid=1