| on Monday, 20 August 2007
|
Views : 872  |
(JATAM, 20/08/07) Warga Karonsie Dongi, Padui dan Tabeh sejak pagi tadi mendatangi lokasi tambang PT INCO di Sorowako Sulawesi Selatan. Mereka menagih janji-janji palsu perusahaan tambang Nikel dari Kanada ini. Lebih dari 30 tahun perusahaan membuka hutan dan menggali tanah di kawasan tersebut.
Kurang lebih seribu warga, dikabarkan melakukan aksi mulai hari ini hingga Rabu, 22 Agustus depan. Mereka menuntut bertemu dengan presiden PT INCO, menuntut kembalinya tanah-tanah suku Karonsie Dongi serta menagih janji perusahaan atas fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Karonsie berarti “lumbung utama”, bangunan menyimpan harta, utamanya hasil panen padi. Kampung Dongi dulunya adalah penghasil utama padi di kawasan Sorowako.
Sejak perusahaan datang, warga Karonsie Dongi kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian dan mengalami pemiskinan. Sebelumnya mereka menggantungkan hidup sepenuhnya dari pertanian padi, berladang, dan memanen hasil hutan seperti damar, rotan dan kayu.
Hutan adat tempat mencari rotan, damar, bahan tikar, madu serta lokasi berburu berubah menjadi lubang tambang, pabrik dan fasilitas tambang lainnya. Lahan-lahan sawah ditimbun buangan batuan limbah tambang.
Sementara perkampungan yang ditinggalkan warga saat pemberontakan DI/TII berubah menjadi lapangan, tempat para pejabat pemerintah dan INCO bermain golf. Pekuburan adat berubah menjadi asrama karyawan INCO. Sungai Lawewu dan Salonsa yang digunakan oleh warga untuk persawahan dan kebutuhan harian ditimbun dan dibelokkan alirannya oleh perusahaan.
Pagi ini, warga akan memulai aksinya di Pelabuhan Malili, pelabuhan bongkar muat alat-alat berat PT. INCO. Lantas aksi akan berlanjut ke Pabrik Nikel perusahaan. Kontak Person: M. Taufik Kasimang Handphone: 081355773752 |
|
|