| on Monday, 23 April 2001
|
Views : 649  |
Siaran Pers
Konperensi Internasional Pembuangan Tailing ke Laut
(Submarine Tailings Disposal)
Manado, 23 April 2001
Submarine Tailings Disposal (STD) adalah teknologi pembuangan limbah tambang ke laut. Teknologi ini telah dipilih dan dipromosikan kalangan perusahaan pertambangan setelah sistem pembuangan ke sungai mendapat masalah serius. Hal itu di ungkapkan oleh Chalid Muhammad koordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) dalam pembukaan Konperensi Internasional Pembuangan Tailing ke Laut (Conference on Submarine Tailing Disposal), tanggal 23 April 2001 di Hotel Grand Puri, Manado, Sulawesi Utara.
Sedianya, konperensi yang melibatkan peserta dari kalangan Organisasi Non Pemerintah (Ornop), Akademisi, Wakil Masyarakat, Pemerintah, dan Parlemen, dari 15 negara itu dibuka oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup DR. A Sony Keraf pada pukul 08.00 Waktu Manado. Acara pembukaan ini batal karena penerbangan Garuda tanggal 22 April 2001 yang di Gunakan Menteri, setelah 30 menit terbang mengalami kerusakan dan kembali mendarat di Bandara Soekarno Hatta, selanjutnya dinyatakan batal terbang.
Oleh karena itu, pembukaan konperensi di lakukan oleh Koordinator JATAM sebagai penyelenggara konperensi tersebut.
Di hari pertama Konperensi, tampil sebagai pembicara pertama adalah Roger Moody dari Nostromo Research yang berkantor pusat di London, United Kingdom (Inggris). Selain Roger, tampil pula sebagai pembicara wakil dari masyarakat yang sedang menghadapi masalah dengan STD, yaitu; Patrina Dumaru (Fiji), Rick Anex (New Calidonia), Kamung Matrus (Papua New Guinea), Elena J Maralit (Mindoro, Philipina), M Jabir (Tonggo, Indonesia), David Katang (Likupang, Indonesia)
Dalam presentasinya, Roger Moody menyebutkan; terdapat paling tidak tiga masalah genting yang menyebabkan STD harus ditolak. Pertama, metoda pembuangan limbah tambang ke laut sama sekali tidak selaras dengan azas pembangunan berkelanjutan; Kedua, pengabaian kerumitan proses-proses alami kelautan berarti bahwa STD melanggar prinsip kehati-hatian; Ketiga, sebaran geografis dari penerapan metoda STD menunjukkan bahwa kawasan Asia dan Pasifik adalah semacam ladang atau laboratorium percobaan, dengan masyarakat pesisir yang bergantung pada laut sebagai kelinci percobaannya. Moody selanjutnya menambahkan bahwa ada kesamaan yang menggelisahkan di antara percobaan STD di Asia Pasifik dengan rangkaian percobaan
senjata nuklir di pulau-pulau Pasifik di tahun 1950an dan 1960an. Dalam kasus yang tersebut belakangan, perdamaian harus dicapai dengan harga tertentu. Dalam hal ini harga yang harus dibayar adalah menjadikan komunitas-komunitas di Pasifik sebagai kelinci percobaannya.
Pengamatan Moody lainnya yang menarik untuk dikaji adalah bahwa penggunaan dan promosi STD di Asia Pasifik dilakukan oleh hanya segelintir perusahaan pertambangan terbesar di dunia, yaitu Rio Tinto—yang bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia di tambang Grasberg, BHP, Newmont, dan Placer Dome. Di negara-negara asal perusahaan penerap STD itu, cara pembuangan limbah langsung ke laut sudah sama sekali dilarang.
Menjelang akhir ceramah-kuncinya, Moody mengingatkan bahwa kekacauan yang ditimbulkan oleh penggunaan STD di negara-negara Asia dan Pasifik menunjukkan bahwa yang kita tengah saksikan adalah sebuah industri yang tengah mengalami kepanikan dan kekacauan, bukan krisis di masyarakat. Industri tambang skala besar akan harus mengaku kalah oleh karena ketidak mampuan mereka sendiri memenuhi syarat-syarat kelayakan dan keselamatan sosial dan ekologis dari proses produksinya sendiri.
Disisi lain, hampir seluruh presentasi masyarakat mnenyebutkan bahwa laut bagi mereka sebagai penduduk lokal memiliki arti penting tidak saja pada nilai ekonomi, tapi juga sosial budaya. Dari laut kehidupan itu ada, oleh karena itu laut harus dilindungi dan jangan dirusak. Mereka juga menyebutkan bahwa pertambangan dinegara mereka telah nyata-nyata merusak kehidupan manusia karena telah merusak laut. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk mempertahankan teknologi STD di masa mendatang.
Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi:
Chalid Muhammad
0811847163
|
|
|