HOME arrow INFO arrow Berita arrow JATAM Kirimi Surat Komnas HAM dan Komnas Perempuan, 22 September 2007
JATAM Kirimi Surat Komnas HAM dan Komnas Perempuan, 22 September 2007 PDF Print
on Saturday, 22 September 2007

Views : 809    


Pasca kekerasan yang dialami warga Tolondadu, Bolang Uki, Bolang Mongondow, Sulawesi Utara, oleh satuan polisi Brigade Mobil (Brimob), karena menolak perusahaan tambang emas PT. Mongondow Mandiri (MM).  JATAM melayangkan Surat kepada Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk melakukan tindakan segera melakukan investigasi secara tuntas serta menyurati Kepolisian setempat agar menghentikan tindakan represif kepada warga.

Surat JATAM tertanggal 18 September 2007, juga ditembuskan kepada Kapolri, Komisi III DPR RI, Gubernur Sulut dan DPRD Sulut.

Dalam surat tersebut JATAM menyebutkan telah ada upaya intimidasi yang dilakukan oleh pihak aparat. Pemanggilan-pemanggilan kepada warga oleh Polisi sejak pertama kali warga Tolondadu melakukan aksi penolakan PT. MM, pada 14 Juni 2007.

Warga dengan tegas menolak PT. MM bukan hanya karena telah dirampok tanahnya disebabkan tanah mereka dijual tanpa sepengetahuan warga. Juga mereka mengkhawatirkan dampak pertambangan emas. Apalagi masih sangat hangat bagi warga melihat penderitaan warga Buyat akibat limbah tambang emas.

Selama 2 bulan lebih penolakan PT. MM, berulangkali warga dipanggil oleh pihak aparat. Bahkan dibulan Juli 2007 setiap hari Jum’at, 30 orang warga dipanggil dengan alasan untuk diminati keterangan.

Komnas HAM serta Komnas Perempuan harus segera melakukan tindakan. Mengingat posisi pemerintah daerah Kabupaten Bolmong, nampak berpihak kepada PT. MM. PT. MM yang jelas-jelas belum memiliki AMDAL dan juga izin pemakaian kawasan hutan tetap beroperasi. Sangat mungkin tindakan-tindakan keras lain akan terjadi agar perusahaan dapat beroperasi.

Tiga kali warga mencoba bertemu dengan Pemda dan DPRD Bolmong. Seribuan warga melakukan aksi dikantor Bupati dan DPRD. Namun dijawab dengan mendatangkan kesatuan Brimob yang akhirnya melakukan tindakan represif kepada warga.(JB)

   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

INFO KILAT

Hasil penelitian Prof Richard Davies dari Universitas Durham - Inggris membuktikan bahwa lumpur Lapindo terjadi karena adanya pengeboran yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas, bukan karena gempa bumi di Jogjakarta

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Dampingan Teknis


gimbal03


Video Galeri