| on Monday, 19 November 2007
|
Views : 1069  |
Kemaren siang, Andreas Nula Liliwera – wakil Bupati Lembata, datang ke desa Beang. Dia bermaksud melakukan sosialisasi tambang emas skala besar, yang bakal digarap PT Merukh Lembata Copper, milik Yusuf Merukh. Beang adalah salah satu titik tambang Merukh di Kecamatan Buyasuri.
Ratusan warga, baik laki dan perempuan hadir dalam pertemuan tersebut. Anehnya, dalam kesempatan sosialisasi tersebut, Andreas Nula menolak melakukan dialog dengan masyarakat. Warga juga sudah memintanya untuk melakukan diskusi. Ini memicu kejengkelan dan amarah warga.
Amarah ini memuncak, ketika aparat kepolisian sektor Wairiang Buyasuri melakukan penangkapan terhadap Imran Husen (25 th). Imran dikenal cukup vokal selama ini untuk menolak rencana penambangan Merukh di desanya.
Melihat situasi yang makin tak terkendali, Andreas Nula dan rombongan segera menyelamatkan diri. Tapi naas menimpa Soleman Sarif, salah satu rombongan Wakil Bupati. Dia keburu ditahan warga. Motor miliknya rusak di hajar massa.
Rencana tambang emas milik Merukh ini telah berkali-kali menimbulkan ketegangan sosial dan konflik horizontal di Lembata.
Sampai berita ini turun, Imran masih ditahan di Polsek Buyasuri. Sementara ketegangan masih meliputi wilayah desa Beang dan sekitarnya. Warga menurut Polsek Buyasuri membebaskan Imran. (JM) |