| on Thursday, 24 January 2008
|
Views : 5611  |
Siaran Pers JATAM, 23 Januari 2008
Lagi-lagi ekploitasi minyak dikawasan padat huni menelan korban. Ini terjadi di wilayah Joint Operating Body (JOB) Pertamina EP dan PetroChina EastJava di Blok Tuban Jawa Timur. Kali ini korbannya hanya dipihak perusahaan. Ada 3 orang pekerja perusahaan harus dirawat di rumah sakit akibat Generator di Sumur 7-8, meledak pada 21 Januari 2008.
Blok Tuban ini memang langganan masalah, dalam tiga tahun terakhir kecelakaan-kecelakaan migas terus terjadi. Sebelumnya, 26 Juli dua tahun lalu, sumur 5 juga meledak. Akibatnya, 12 orang dilarikan kerumah sakit karena menghirup gas Hidrogen Sulfida (H2S). Tak kurang 2 ribu orang harus mengungsi. Pada 18 september, setahun lalu, ada 11 orang pingsan keracunan menghirup gas H2S yang bocor.
Selain itu, tingkat keamanan dan keselamatan buruh di perusahaan asal negeri China ini sangat rendah. Kecelakaan yang berakibat meninggalnya karyawan, berulang terjadi. Tahun kemarin, tak kurang 6 orang karyawan tewas tercebur kolam penampungan minyak (bungker).
Blok Tuban lapangan Sukowati berada di dua Kabupaten, yaitu Tuban dan Bojonegoro, yang dihuni sekitar 2,3 juta penduduk. Blok ini berada dalam kawasan 179 desa. Kawasan mereka dekat dengan kawasan padat huni, bahkan pada sumur 5 di desa Ngampel, hanya berjarak 100 meter dari rumah warga dan persawahan penduduk. Lainya berada di Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, Jombang dan Kota Surabaya.
Ironisnya, pemerintah tak bergeming dengan kecelakaan-kecelakaan yang membuktikan blok Tuban tersebut berbahaya buat warga sekitar. Tak ada sedikitpun upaya untuk mengkaji ulang, apalagi menghentikan praktek-praktek kotor dan buruk tersebut.
Sejak dua tahun lalu, 2006, JATAM telah menyerukan penolakan eksploitasi Migas di wilayah padat huni. Dan menuntut pemerintah mengevaluasi seluruh kebijakan dan pemberian ijin eksplorasi dan eksploitasi migas di kawasan padat huni, khususnya di Pulau Jawa.
Dengan kecelakaan di lapangan Sukowati blok Tuban awal tahun ini, tak ada alasan lagi berdiam diri. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus segera mengkaji ulang dan menghentikan proyek-proyek migas di kawasan padat huni, karena terbukti berbahaya bagi penduduk sekitar.
JATAM menyerukan lagi, penduduk yang tinggal di kawasan pengeboran migas, harus bersiap terhadap resiko kecelakaan migas yang sewaktu-waktu terjadi. Jangan perusahaan migas, meletakkan keselamatan kalian di belakang keuntungan mereka.
Kontak Media. Luluk uliyah 08159480246
|
|
|