| on Sunday, 27 January 2008
|
Views : 934  |
Apa kaitan lingkungan hidup dengan pemiskinan? South to South Film Festival atau disingkat StoS 2008 menggambarkannya pada pembukaan, di hari pertama festival. South bersirat dengan kemiskinan karena kekayaan sumber daya alamnya, yang selalu dibutuhkan oleh North (negara industri). Itu yang disiratkan Rahmat Witoelar pada pidato pembukaan StoS 2008.
“Kemiskinan dan lingkungan hidup bagaikan dua mata uang yang sama. Bila masyarakat miskin maka lingkungan pun akan rusak, begitu pun sebaliknya, lingkungan yang rusak akan membuat masyarakat semakin miskin”, ungkap Rachmat Witoelar sebagai Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia saat sambutan Pembukaan StoS 2008, di Goethe Institute, Jakarta (25/1).
Menurutnya kerusakan sumber daya alam akan menjadi pangkal tolak kerusakan sisi kehidupan lainnya. Untuk itu tanggung jawab kebersihan dan keberlanjutan lingkungan hidup tidak hanya pada otoritas kebijakan saja, tetapi juga pada masyarakat.
“Selama ini ada persepsi bahwa kerusakan lingkungan hidup akibat dari kesalahan kebijakan dalam eksploitasi sumber daya alam di sektor tambang dan kehutanan. Namun sebenarnya permasalahan dalam pelestarian lingkungan hidup begitu kompleks”, ujar Rahmat.
“Melalui acara StoS 2008 ini masyarakat dapat menyampaikan kritik, pesan dan masukannya untuk lingkungan hidup ini”, jelas Witoelar.
Menurut Voni Novita sebagai Ketua Penyelenggara StoS 2008, dengan tema Vote for Live menggambarkan bahwa setiap orang dilahirkan untuk memilih memperjuangkan kehidupan, berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakannya. Tema lainnya adalah We are Connected, karena ingin menghubungkan antara apa yang terjadi di hulu, kawasan eksploitasi sumber daya alam, daerah hilir yang merupakan daerah-daerah yang memanfaatkan sumber daya alam tersebut.
“Dengan acara StOS ini diharapkan ada pembelajaran masyarakat untuk kritis dan peduli akan kondisi lingkungan hidup,” kata Novita.
Sebagaimana Siti Maemunah menjelaskan bahwa masalah lingkungan hidup bukan hanya masalah sederhana menyangkut sampah tetapi juga berkaitan dengan politik dan sebagainya. Dalam setiap keputusan politik itu warganegara memiliki suara yang turut menentukan pula. Salah satunya dapat diwujudkan melalui poster dan penulisan pesan di pohon pesan untuk Presiden 2009 yang ada di acara ini.
Konsep film dan foto dalam Festival Film Lingkungan Hidup ini bertujuan agar terjalin komunikasi antara masyarakat di kawasan eksploitasi dengan para pengunjung yang merupakan masyarakat pengguna dari hasil sumber daya alam (tambang dan migas).
Film dalam StoS 2008 berjumlah 16 film hasil seleksi Tim Kurator dari IKJ, Ragam, dan Gekko Studio. Semula film yang masuk berjumlah 74 film. Dari 16 film yang masuk itu merupakan film yang dianggap sesuai untuk tema Vote for Live. Jumlah ini meningkat dibandingkan StOS 2006 yang hanya berjumlah 5 film.
StoS 2008 akan berlangsung dari 25-27 Januari 2008. Berisi pemutaran film, pameran foto dan bincang-bincang dengan dimeriahkan lomba poster dan puisi. Lebih dua ratus orang memenuhi ruangan Goethe Institute. Ada 32 media cetak dan elektronik juga hadir, termasuk media-media yang memberitakan gaya hidup, macam Gadis, Cosmopolitan, femina dan lainnya.
Pembukaan ini juga dihadiri Direktur Goethe Institute, Frans Sever Agustin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa StoS merupakan salah satu upaya pemecahan masalah ekologi dan masyarakat sipil. Itulah mengapa, ia memilih mendukung acara ini.
|
|
|