Semangat pembaharuan, tidak menyentuh sektor pertambangan yang
masih dikomandani Purnomo Yusgiantoro. Hingga 2006, pemerintah
telah menerbitkan sedikitnya 2.559 ijin pertambangan dan batubara,
belum termasuk ijin tambang galian C, ijin tambang migas dan Kuasa
Pertambangan yang dikeluarkan pemerintah daerah pada masa otonomi
daerah. Di Kalimantan Selatan saja, lebih dari 400 ijin tambang
dikeluarkan, di Kalimantan Timur ada 509 ijin, Sulawesi Tenggara 127
ijin tambang, di kabupaten baru –Morowali, Sulawesi Tengah bahkan
sudah dikeluarkan 190 perijinan. Jumlah ini akan terus bertambah.
Luasan lahan untuk dikeruk akan makin meluas. Tidak ada batasan kapan
dan berapa jumlah ijin yang patut dikeluarkan tiap daerah, yang punya
kerentanan dan daya dukung ekologi berbeda. Fonomen itu tak beda dengan
masa orde baru: obral murah jual habis, gali & ekspor
sebesar-besarnya.
Apa pendapat anda tentang fonomena di atas dan apa yang harusnya
dilakukan pemerintah, perusahaan dan publik? Sampaikan pendapat anda
di Forum JATAM
HOME
Pendidikan Lingkungan Sejak Dini, 27 Januari 2008
on Sunday, 27 January 2008
Views : 1528
Sedikit diketahui bahwa barang-barang yang kita gunakan sehari-hari -- benda-benda yang sedemikian akrab dengan kehidupan kita seperti sabun, pasta gigi, minyak goreng sampai perhiasan emas, menyumbang kerusakan lingkungan yang tidak kecil.
Fakta mengenai emas misalnya -- sedikit sekali orang yang tahu kalau untuk memproduksi satu gram emas dihasilkan pula lebih dari dua ton limbah batuan dan lumpur yang dibuang dan menumpuk di setikar tambang. Belum lagi emisi zat-zat beracun seperti timbal, merkuri dan sianida yang meracuni sumber-sumber air masyarakat yang tinggal sekitar tambang.
Ibu guru Ira Lestari dari SD Bakti Mulya di Pondok Indah mengajak sembilan belas orang muridnya dan beberapa orang guru lain, setelah melihat akan diadakannya South to South Film Festival di internet. "Saya lihat topiknya mengenai pemanasan global, ini baik untuk diketahui anak-anak," katanya.
"Memperkaya materi yang diberikan di sekolah," terang Ibu Deni yang juga mengajarkan masalah-masalah lingkungan di SD Bakti Mulya.
Seluruh murid yang datang bersama terlihat cukup antuisias mengikuti rangkaian film-film yang diputar siang itu.
Tasha, salah satu murid kelas lima, mengatakan senang bisa jalan-jalan dan sekalian mendapatkan pelajaran mengenai lingkungan. "Bagus ya kita jadi bisa mengenal bagaimana kehidupan di negara lain," katanya.
Hari kedua StoS dengan pemutaran serangkaian film dokumenter pendek tentang hutan dan air dan dilanjutkan dengan bincang-bincang seputar masalah lingkungan. Dalam perbincangan beberapa kali muncul pertanyaan, apakah informasi mengenai permasalahan lingkungan bisa diketahui lebih luas di masyarakat. Memang kenyataannya masalah lingkungan belum terlalu memasyarakat.
Serombongan mahasiswa dari Politeknik Negri Jakarta datang ke StoS, juga merasa mendapatkan banyak pengetahuan mengenai lingkungan di festival film ini. Kitty, salah seorang diantaranya, mengatakan kalau film-film yang diputar "menggugah kesadaran lingkungan, misalnya pesan menganai tidak hanya 'jangan membuang sampah sembarangan' tapi juga mengolahnya."
Kitty datang dengan serombongan kawan-kawannya dari PNJ dan sekalian meliputnya untuk majalah kampus.
Mau tahu lebih banyak tentang masalah-masalah lingkungan, terutama mengenai pemanasan global? Yuk datang ke penutupan StoS di Goethe Haus, Jalan Sam Ratulangi no 9-15, Menteng, Jakarta Pusat.[Nabiha shahab]
Warga yang tergabung dalam Sedulur Sikep, yang menolak pembangunan pabrik PT SG di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, mengaku diintimidasi agar menyetujui pembangunan pabrik itu.
Ini kumpulan kasus-kasus pertambangan, minyak dan gas sepanjang tahun 2001 hingga 2003. Buku ini berisi 99 artikel yang merekam kasus dan isu, mulai ExxonMobile di Aceh hingga tambang Freeport di Papua Barat.