HOME arrow KAMPANYE arrow Siaran Pers arrow Lagi, Tambang Newcrest Didemo Warga, 8 Pebruari 2008
Lagi, Tambang Newcrest Didemo Warga, 8 Pebruari 2008 PDF Print
on Friday, 08 February 2008

Views : 1017    


Siaran Pers JATAM, 8 Pebruari 2008 
 
Sejak Sabtu pagi - 2 Pebruari 2008, Ratusan Orang tua dan anak-anak dari lima kecamatan disekitar tambang PT. Nusa Halmahera Mineral (NHM), milik Newcrest Australia, didemo warga. Aksi diikuti ratusan orang, termasuk empat suku yaitu Suku Pagu, Modoleh, Boeng dan Touliko. Mereka menuntut Newcrest menepati janji memberi dana CD atau dana pengembangan masyarakat. Pasukan Brimob menjaga ketat aksi warga.
Selama perusahaan tak menemui masa aksi, mereka berjanji akan terus memblokir kawasan tambang tersebut.

Meskpiun aksi telah berlangsung beberapa hari, jumlah peserta aksi terus bertambah. Mereka berasal dari  kecamatan Kao Teluk, Malifut, Kao Barat, Kao Utara dan Kao. Hari ini, ada tambahan dua belas truk yang datang untuk membantu aksi warga siang tadi. Setidaknya ada 600 orang melakukan pemblokiran di jalan masuk perusahaan, menduduki pelabuhan dan pos perusahaan.

Warga menyampaikan 9 tuntutan kepada pemerintah dan perusahaan. Diantaranya, menuntut keluarnya dana pengembangan masyarakat, yang  tahun lalu  mencapai Rp.18 Milyar. Selain itu, mereka mendesak pemerintah segera membubarkan tim pertanggung jawaban sosial perusahaan, yang lebih dikenal sebagai tim CSR. Tim ini ditugasi perusahaan untuk menangani masalah pengembangan masyarakat. Mereka juga mendesak dilakukannya revisi Kontrak Karya PT. NHM. Revisi ini  masih berkait dengan pengembangan masyarakat dan tenaga kerja.

Seperti empat tahun lalu, masalah tenaga kerja kembali memicu aksi warga. PT NHM dikenal tidak adil  dalam memperlakukan tenaga kerja lokal. Mereka hanya menjadi buruh dan karyawan kontrak dengan masa kontrak hanya 3 bulan hingga 1 tahun saja. Warga juga menuntut rekruitmen tenaga kerja yang terbuka dan diumumkan kepada publik.

Massa aksi menuntut PT NHM membuat jalan sendiri untuk transportasi bahan tambangnya. Selama ini, ia menggunakan jalan umum mengangkut peralatan maupun hasil tambangnya. Sejak truk-truk raksasa Newcrest mondar-mandir menggunakan jalan umum, angka kecelakaan meningkat, setidaknya 1 orang tewas dan 2 orang cacat permanen. Warga desa Tabubuh dan Bukittingi paling dirugikan dengan hilir mudiknya kendaraan perusahaan, karena menimbulkan polusi udara dan suara, serta rasa tidak aman.

Yang terakhir, warga lingkar tambang dalam masa aksi menuntut dicabutnya penghargaan yang diberikan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada PT NHM menjadi salah satu perusahaan yang mengelola lingkungannya dengan baik. Penghargaan itu diberikan tahun lalu, dan merupakan penghargaan kedua yang diterima perusahaan. Ironis, karena pada saat yang sama warga sekitar pertambangan mengeluhkan kualitas lingkungan yang makin menurun. Mulai kualitas air hingga hasil tangkapan ikan di teluk kao.

“Lima tahun lalu, aksi yang sama terjadi dan berakhir kematian salah seorang warga ditembak Brimob, penjaga perusahaan. JATAM mengingatkan pemerintah, perusahaan dan aparat keamanan untuk tidak mengulang hal yang sama dalam menanggapi aksi masa. Sudah terlalu lama, masalah warga digantung tanpa kepastian. Wajar jika mereka kembali melakukan protes dan aksi pendudukan,” kata Siti Maemunah, Koordinator Nasional JATAM.
 
Kontak Media: Lulu Uliyah (08159480246) 

   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

INFO KILAT

Perpres No.14/2007 yang mendasari penyelesaian kasus lumpur Lapindo terbukti melanggar HAM karena mengabaikan hak para korban. Lapindo hanya bertanggung jawab pada 5 desa terdampak, padahal lumpur sudah menggenangi & mengancam 16 desa 

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Dampingan Teknis


gimbal03


Video Galeri