Forum JATAM
Monday, 23 June 2008

Tahukah anda, sebagian besar emas yang ditambang di Indonesia berakhir menjadi perhiasan di negara lain. Saat ini, di Banyuwangi Jatim, Toka Tindung Sulut dan di pulau Lembata akan dibuka tambang emas skala besar. Ketiganya segera membabat hutan lindung dan limbahnya berujung ke laut. Ketiganya mengancam salah satu pusat perikanan dan pariwisata nasional, termasuk puluhan ribu nelayan di sana. Tambang itu hanya akan berumur 6 tahun. Sementara kerusakan ekonomi, sosial dan lingkungan akan ditanggung penduduk lokal seumur hidup. Apa pendapat anda tentang tambang-tambang emas baru? Sampaikan pendapat anda ke Forum JATAM

 

HOME
Giliran StoS 2008 Pergi ke Pulau PDF Print
on Wednesday, 13 February 2008

Views : 702    


“Filmnya seru lho! Pak presiden, tolong mencari ide dari sini! Supaya kita bisa tidak terkena bencana alam,” tulis Adisa, siswa SD Bakti Mulya 400 Jakarta, dalam pesan yang ditulisnya kepada Presiden, setelah menonton film-film di StoS 2008. Ungkapan ini mewakili kesuksesan penyelenggaran South to South atau StoS Film Festival 2008.
 
Sepanjang tiga hari festival di Goethe Institut, sejak 25 – 27 Januari lalu, ada lebih  900 pengunjung datang. Tak cuma melihat pameran foto bertema “Kita Terhubung”, mereka juga menonton film, menikmati musik, berbincang dengan artis dan miss Earth, bahkan menulis pesan kepada Presiden 2009 – 20014, lewat pohon pesan.

Itu belum lengkap jika tak menyebutkan, ada 212 puisi yang ikut lomba dan juga ada 37 poster yang dikirim peserta lomba Pesan pada Presiden 2009 – 20014. Dan yang seru, salah satu dari tiga poster terbaik dimenangkan oleh siswa kelas empat Sekolah Dasar dari Pontianak. Juga ada kunjungan puluhan anak-anak SD Bakti Mulya 400 Pondok Indah Jakarta, di hari kedua festival.

Kerelawanan merupakan hal terbaik dalam StoS 2008 kali ini. Banyak pihak membantu sukarela. Mulai gedung, pendanaan, subtansi & tata letak, publikasi, pemusik, artis, juga 55 relawan yang menjadi ujung tombak saat festival.

Yang mengejutkan Hillary Chiew, produser dari Malaysia, bahkan datang secara sukarela untuk berdiskusi dengan pengunjung setelah filmnya Penusah Tana, diputar. Ia menceritakan bagaimana sulitnya membuat film dokumenter dan bagaimana sulitnya gerakan lingkungan berjuang di Malaysia.

Dalam tiga hari, ada 16 film dari 11 negara diputar pada StoS 2008. Ini film-film dokumenter dan animasi, dengan durasi beragam, mulai 7 menit hingga 85 menit. Begitu juga temanya, ada film-film tentang hutan, perairan, tambang dan perubahan iklim.

Film-film itu disukai penonton, seperti yang diungkap Adisa diatas. Kini giliran film-film menarik itu datang ke daerah dan pulau lain. Panitia StoS 2008, sedang menyiapkan festival ke beberapa daerah, di luar Jakarta. Kelompok penggiat lingkungan di Jambi, Kalimantan Timur, Surabaya, Jogjakarta sudah menyampaikan keinginannya mengajak StoS 2008 ke daerah mereka. Ada seratus lebih relawan sudah menyatakan berminat membantu terseleggaranya acara ini di daerah. Ini direncanakan berlangsung sepanjang April hingga September 2008.

“Terima kasih tak terhingga, kepada pengunjung dan semua pihak yang mendukung acara ini, sekecil apapun. Tanpa kerelawanan dan semangat  anda menyelamatkan kehidupan, tak akan ada StoS 2008,”  ungkap Voni Novita, mewakili lima organisasi penyelenggara – JATAM, Ecosister, FWI, Gekko Studio & WALHI.

Kontak Media : Luluk Uliyah (0815 9480 246)


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >
Advertisement

INFO KILAT

Hasil penelitian Prof Richard Davies dari Universitas Durham - Inggris membuktikan bahwa lumpur Lapindo terjadi karena adanya pengeboran yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas, bukan karena gempa bumi di Jogjakarta

Login Form

AGENDA









Pojok Lamin

PemProv NTB melarang kegiatan penambangan di Lombok. Hal itu tertuang dalam Perda tentang RTRW Nomor 11 Tahun 2006. Meski tidak ada izin penambangan, masyarakat toh tetap melakukan eksploitasi galian C. Jadi, larangan penambangan itu untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan

RSS dan IKJ

JATAM RSS  - Umpan RSS

atau Daftar Info Kilat Jatam:

Lihat Tampilan

Jaring Pendapat

Setujukah anda jika tambang-tambang emas baru dibuka?
 

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Dampingan Teknis


gimbal03


Video Galeri