| on Wednesday, 13 February 2008
|
Views : 1571  |
Bagaimanakah Daya Rusak Tambang Migas di Kawasan Kepulauan dan Padat Huni?
Daerah kepulauan dan padat huni merupakan kawasan yang beresiko untuk eksplorasi dan eksploitasi tambang migas. Kecelakaan migas di kawasan ini telah memakan korban, tidak hanya warga sekitar, tetapi juga lingkungan, sosial dan budaya di sekitar wilayah eksplorasi. Bukti konkrit terlihat jelas pada kasus lumpur Lapindo, pencemaran Kapulauan Seribu dan Teluk Balikpapan.
Namun, sampai saat ini kebijakan eksplorasi migas di kawasan tersebut belum memprioritaskan perlindungan dan keselamatan warga. Bahkan belum ada kepastian bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah tersebut akan mendapatkan pemulihan jika terjadi bencana akibat kecelakaan migas.
Untuk membedah permasalahan di atas, JATAM mengundang kawan-kawan media untuk datang pada diskusi yang dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Senin, 18 Februari 2008
Jam : 10.00 – 12.30 WIB
Tempat : QB World Book Kemang, Jl. Kemang Raya No. 17 (sebelah Hotel Grand Kemang), Jakarta Selatan
Narasumber :
1. Kahar, JATAM Kaltim : Bagaimana potret daya rusak tambang migas di Kalimantan Timur
2. Yuliani, Walhi Jawa Timur : Bagaimana potret daya rusak tambang migas di Jawa Timur
3. Heri, Warga Kepulauan Seribu : Bagaimana tindakan pemerintah dan perusahaan dalam menangani kecelakaan migas di kawasan Kepulauan Seribu yang merupakan kawasan Kepulauan dan padat huni
4. Nizar Dahlan, Anggota DPR RI Komisi VII : Bagaimana fungsi kontrol DPR terhadap kerusakan lingkungan dan sosial yang diakibatkan oleh daya rusak tambang migas
Untuk konfirmasi kehadiran, dapat menghubungi : Luluk Uliyah (0815 9480 246)
|
|
|