HOMEINFOBerita Warga Sirise Mengeluhkan Penyakit Akibat Tambang Mangan
Warga Sirise Mengeluhkan Penyakit Akibat Tambang Mangan
on Monday, 04 June 2007
Views : 2005
(JATAM, 1/5/07), Gangguan Kesehatan akibat dampak petambangan, ternyata tak hanya dikeluhkan oleh warga Buyat. Dalam sebuahinvestigasi di kawasan pertambangan PT Arumbai Mangan Bekti (AMB), sekitar18 orang warga, mulai balita hingga orang tua,dilaporkan mengalami gangguankesehatan akibat limbah tambang Mangan.
PT AMB telah berproduksi sejak tahun 1997 di kampung Sirise – desa Satar Punda – kecamatan Lamba leda, Manggarai - Nusa Tenggara Timur. Sejak beroperasinya tambang sepuluh tahun lalu, warga merasakan perubahan lingkungan disekitarnya. Tak hanya lahan-lahan pertanian yang berubah menjadi lubang. Warga juga harus berhadapan dengan limbah Mangan dari kawasan pegunungan turun kerumah-rumah dan lahan pertanian mereka saat hujan deras. Mereka juga kesulitan mendapatkan air bersih damharus menghirup udara yang tercemar debu Mangan setiap harinya.
Warga setempat melaporkan bahwa gangguan kesehatan baru mereka rasakan setelah pertambangan Mangan beroperasi dikawasan tersebut. Mereka menduga, sakit yag mereka alami akibat dari pencemaran udara dan limbah pengolahan Mangan. Umumnya warga mengeluhkan gangguan pernafasan hingga batuk berdarah
Tadeus Nasur, 55 th, mengeluhkan sering batuk darah dan keluar darah saat buang air besar. Bapak Nasur bekerja di PT AMB sejak tahun 1995hingga sekarang. Dia merasakan sakit sejak setahun terakhir. Penyakit yang tak jauh berbeda juga dialami Bapak Beinhol Jahudin. Beliau sering susah tidur dan malam hari menderita sesak nafas.
Perempuan juga menderita sakit yang tak jauh berbeda. Ibu Rosalita Mita, 38 th, tersiksa dengan batuk kering yang dideritanya, bagian dadanya terasa sakit, sesak nafas dan susah tidur di malam hari. Temannya, Ibu Maria juga tak bisa tidur malam hari karena sesak nafas dan sakit pada dada bagian kiri. Ibu Maria bekerja di PT AMB sejak sepuluh tahun lalu.
Gangguan kesehatan tak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Laweriana Yormika, 10 th, kelas 3 Sekolah Dasar Luwuk. Dia sering menderita sakit dada dan sesak nafas dimalam hari. Hal yang sama juga dialami oleh Noviana Adi, yang 3 tahun lebih tua dari Yormika, dia menderita batukkeluar dahak bercampur darah dan mengalami sesak nafas.Balitapun tak luput dari gangguan kesehatan. Kristiani Tian, umur 3 tahun 4 bukan, sejak lahir terdapat Tumor di kemaluan. Tian juga menderita sesak nafas akut.
“Meskipun sejak lama ada pertambangan ditempat kami, manfaatnya tak ada. Petani tidak pernah mendapat pengobatan gratis,tidak ada Puskesmas pembantu , apalagipuskesmas, kami bahkan harus minum air tercemar limbah” kata Ibu Maria, salah seorang korban. Selain 7 orang diatas, saat ini terdapat 11 warga lainnya yang melaporkan masalah gangguan kesehatan. (JM)
Surat itu datang tanpa diharapkan, ditandatangi oleh Kepala Desa Magani, surat itu secara tidak langsung mengusir warga Karunsi’E pergi dari Pemukiman Dongi atau lebih dikenal sebagai Bumper (Bumi Perkemahan), kampung halaman leluhur mereka. Surat itu ditembuskan kepada Camat dan Kapolsek Nuha Sorowako Luwu Timur Sulawesi Selatan, selebihnya ditembuskan kepada PT. INCO mulai dari Direktur Eksternal hingga Security perusahaan.