HOME arrow KAMPANYE arrow Siaran Pers arrow “Cuma 300 Perak” Tantangan dari Lomba Opini tentang PP 02/2008
“Cuma 300 Perak” Tantangan dari Lomba Opini tentang PP 02/2008 PDF Print
on Tuesday, 25 March 2008

Views : 634    


Siaran Pers JATAM  & Sawit Watch  - 25 Maret 2008
   
Di masa PEMILU, suara rakyat adalah suara Tuhan, paska PEMILU suara rakyat adalah suara setan. Itu mungkin gambaran dalam benak penguasa negeri, yang menolak membatalkan PP No 2/2008. Jelas-jelas peraturan itu mengancam keselamatan rakyat. Tapi Presiden memilih mendengar suara pemodal besar, yang selalu merengek meminta kemudahan. Ironisnya, wakil rakyat di Senayan juga memilih diam, pura-pura tak tahu rakyatnya gusar.

Itu harus diubah. Suara rakyat, harus kembali didengar kapan pun. Bukan karena masa pergantian kekuasaan tiba. Dan rakyat, harus terus bersuara, jika perlu berteriak, mengalahkan suara para pemodal besar, yang saat ini lebih dekat dengan para penguasa.

JATAM dan Sawit Watch, mengajak seluruh warga negara – sang rakyat bersuara, mengeluarkan pendapat, melalui Lomba Opini ”Cuma 300 Perak”, bertema Hutan Lindung, PP 02/2008 & Keselamatan Rakyat.

”Tak hanya warga sekitar hutan yang akan mendapatkan dampak buruk PP tersebut, tapi juga mereka yang tinggal di kota, begitu kawasan lindung atasnya dirusak. Itulah mengapa kami ingin mengingatkan bahaya PP ini, melalui Lomba Opini,” papar Siti Maimunah, Koordinator Nasional JATAM, mengenai alasan penyelenggaraan lomba.

“Sudah banyak kebijakan yang dikeluarkan, yang sebagian besar berpihak pada pemodal, bukan keselamatan rakyat. Kami ingin melakukan sebaliknya. Kami mengundang publik umum, pelajar dan mahasiswa untuk memberikan pendapat dan solusinya terkait PP ini,” tambah Abetnego Tarigan, Deputy Direktur Sawit Watch.

Lomba ini dibuka untuk  publik, mulai  wartawan, dosen, praktisi, masyarakat umum, juga  pelajar/mahasiswa.

Lomba didukung oleh dewan Juri yang telah lama berkecimpung lama di media. Mereka adalah Maria Hartiningsih (wartawan Kompas), Maria Rita Hasugian (wartawan Tempo) dan Farid Gaban (Pena Indonesia). Mereka akan memilih Opini terbaik dari masing-masing kategori. Opini terpilih akan dikirim ke media nasional, diperbanyak untuk disebar ke pemerintah, DPR RI dan publik umum.

Panitia menyediakan hadiah total Rp 10 juta untuk 8 opini terbaik. Nama pemenang akan diumumkan pada 1 Mei 2008. Opini yang ditulis, bisa dikaitkan dengan daya rusak tambang, masyarakat adat, keragaman hayati, perempuan, otonomi daerah, bencana lingkungan, good governance, perubahan iklim, pulau-pulau kecil dan krisis pangan.

Syarat mengikuti lomba sangat mudah. Peserta cukup mengirimkan opininya sepanjang 700 hingga 1000 kata, sesuai tema yang ditentukan. Opini diterima panitia paling lambat tanggal 22 April 2008, melalui email ke This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it atau alamat surat ke Jl. Mampang Prapatan II No 30 Jakarta Selatan 12790.  Info lengkap, buka www.jatam.org

Kontak Media: Luluk Uliyah 0815 9480 246


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

INFO KILAT

Di Pulau Sulawesi, masuknya industri tambang di hutan Lindung pulau Kabaena, Toka Tindung dan Siguntu telah meningkatkan kekerasan dan pelanggaran HAM? Haruskah rakyat terus menerus membayar kesalahan SBY karena mengeluarkan PP No 2 tahun 2008?

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Dampingan Teknis


gimbal03


Video Galeri