Forum JATAM
Tuesday, 22 April 2008

Bangka dan Belitung bagai potret pengelolaan tambang di Indonesia. Sudah 300 tahun pulau-pulau ini dikeruk timahnya, menyumbang devisa negara dan melayani kebutuhan dunia. Namun kini ia berkelimpahan kolong-kolong. Sepuluh tahun lalu, ada 887 kolong yang ditinggal penambang timah. Tak hanya daratan yang ditambang, sungai dan pesisir tak luput sasaran.  Ribuan petani berubah mata pencaharian menjadi penambang. Bagaimanakah pendapat anda tentang nasib Bangka Belitung? Ikuti Diskusi Online dan Sampaikan suara anda  pada  Forum JATAM .

HOME
Stop Tambang Avocet & Kekerasan Polisi PDF Print
on Wednesday, 09 April 2008

Views : 315    


Siaran Pers  JATAM, 9 April 2008

 

Kekerasan kembali terjadi menyertai rencana pertambangan. Dua belas orang dipukuli, beberapa dianiaya aparat Kepolisian Palopo, saat melakukan aksi menolak pertambangan emas Avocet/ Inggris  dan Seven Energy Groups di DPRD Palopo Sulawesi Selatan - kemaren. Pertambangan itu mengancam kawasan lindung Siguntu, kawasan tangkapan air warga kota Palopo. 

Pagi kemaren, Dua ratus lebih pendukung Komunitas Peduli Lingkungan Hidup Kota Palopo mendatangi DPRD Palopo. Diantara mereka ada mahasiswa STAIN, STIEM, Universitas Cokroaminoto masyarakat Latuppa dan siguntu, Mungkajang, Peta, Kambo dan Murante. Mereka menuntut pencabutan ijin  PT Seven Energi Group - PT. Frantika Rahman dan PT Avocet Mining PLC - PT. Aura Celebes Mandiri. Sayangnya, aksi mereka tak diterima DPRD dan dibalas kekerasan aparat Kepolisian.

 

Avocet dan para mitranya akan menambang Siguntu. Itu kawasan lindung, yang meliputi Taman Wisata Alam Latuppa, Bambalu dan Nanggala III. Disana terdapat 14 anak Sungai yang menjadi sumber utama pasokan air minum warga dibawahnya – kota Palopo, tempat tinggal  120.812 jiwa. Hampir semua titik pengeboran berada di dalam kawasan lindung. Tambang ini jelas mengancam Siguntu.

 

Hingga saat ini perusahaan belum memiliki izin Menteri Kehutanan untuk melepas kawasan hutan. Tapi Avocet dan mitranya terus melakukan eksplorasi di kawasan hutan lindung dan lahan, pemukiman masyarakat. Untuk keperluan itu, mereka menebang tanaman pertanian masyarakat, tanpa seizin pemilik lahan, apalagi memberi mereka ganti rugi. 

 

“JATAM prihatin dengan kondisi kekerasan dan pelanggaran HAM yang meningkat akibat perluasan industri tambang di pulau Sulawesi. Di Bombena Sulawesi Tenggara, Rinondoran di Sulawesi Utara dan Palopo di Sulawesi Selatan -  pemerintah dan aparat keamanan melakukan kekerasan terhadap rakyatnya. Mereka harusnya menjamin keselamatan  dan produktivitas rakyatnya, bukannya menjadi tameng pelaku pertambangan. Polisi harus segera menghentikan cara-cara kekerasan dalam menghadapi aspirasi dan partisipasi penduduk lokal,”  ujar Siti Maemunah, Koordinator Nasional JATAM. 

 

Selama daya rusak industri tambang – yang rakus lahan dan air tak diurus, ia kan selalu mengancam keselamatan rakyat sekitarnya. Ini terjadi dibanyak tempat di Indonesia. JATAM mendukung penolakan rencana penambangan emas di Siguntu dan mendesak pemerintah segera mencabut ijin tambang disana. 

 

Ini ironi pemerintahan SBY – JK, begitu bersahabat kepada pemodal, tapi tak ramah kepada rakyatnya. Berbagai cara dipermudah untuk masuknya pemodal, seperti sewa murah hutan lindung untuk industri tambang. Sementara rakyat yang hidupnya terancam industri tambang mendapat  kekerasan aparat pemerintah di lapang.

 

Kontak Media : 

Luluk Uliyah/ JATAM 08159480246, Zaenal/ Wallacea Palopo 081342687476



   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >
Advertisement

INFO KILAT

Kirimi SBY pesan, desak  PT Lapindo  Jamin Kebutuhan Pangan Korban di Pasar Baru Porong. Dukung aksi warga tolak penghentian jatah makan. Presiden SBY HP, 9949 dan 0816851215, Purnomo Yusgiantoro HP 0811181750 

Login Form

AGENDA







Image

Pojok Lamin

Bangsa Indonesia telah kehilangan kemandirian nasional. Untuk dapat bangkit kembali, diperlukan pemimpin yang tegas dan berani membatasi penguasaan sumber daya alam oleh perusahaan asing. 

Jaring Pendapat

Setujukah anda jika Presiden SBY kembali menaikkan harga BBM?
 

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Dampingan Teknis


gimbal03


Video Galeri