Forum JATAM
Monday, 25 May 2009

Gabungan lemahnya kebijakan Minyak dan Gas  - yang ditetapkan Presiden Megawati dan lemahnya kepemimpinan SBY-JK, membuat kasus Lapindo tak ada ujung. Puluhan ribu warga harus menanggung kelakuan buruk para pemimpin masa reformasi ini, mereka kehilangan hak atas perumahan, kesehatan, pendidikan, lingkungan yang sehat dan lainnya.

Kasus Lumpur Lapindo terjadi 3 tahun lalu, sampai ujung masa jabatannya, SBY-JK tak mampu memulihkan HAM korban lumpur Lapindo. SBY-JK tak mau tegas pada menterinya, Abu Rizal bakrie - pemilik utama PT Lapindo Brantas. Hingga pemilihan Presiden  di depan mata, tak satu pun Capres mengagendakan penyelesaian kasus Lapindo. Padahal, mereka berutang pada korban Lapindo. Merekalah dibalik pengesahan UU Migas No 22 tahun 2001, dibalik keluarya Perpres 14/2007 hingga mandegnya penegakan HAM dan  hukum kasus Lapindo di Kepolisian.

Bisakah para Capres  Pemilu 2009 ini memulihkan HAM  korban Lapindo? Sampaikan pendapat anda di Forum JATAM.

HOME
Dunia&Tambang: Kemana Kekayaan Papua Pergi? PDF Print
on Sunday, 13 April 2008

Views : 3342    


Mengapa Papua, yang populasinya tak sampai 1% penduduk Jawa barat ini, Index Pembangunan manusianya - diantaranya dilihat dari tingginya kematian balita dan ibu hamil, berada pada urutan 29 dari 33 propinsi. Kemana perginya kekayaan Papua?

 

***

Dua tahun lalu, disebuah pertemuan kelompok masyarakat sipil di hotel Sentani Jayapura Papua, dibentangkan sebuah peta spasial digital. Itu peta Papua Barat yang terlihat hijau. Ini pulau yang masih memiliki hutan terluas di Indonesia. Papua adalah propinsi terluas, meliputi 21,9 persen luas daratan Indonesia, atau sekitar 42,198 juta ha. Data pemantauan satelit dua tahun lalu oleh FWI dan Greenpeace, menunjukkan luas hutan alaminya sekitar 17,9 juta ha

 

Tapi begitu konsesi  ijin-ijin tambang mineral, minyak dan gas, juga ijin penebangan kayu dan perkebunan skala besar disana - di tumpang tindihkan pada peta pertama. Ada 137 konsesi perijinan, dengan luas lebih dari 31,89 juta ha. Hampir seluruh propinsi dipenuhi perijinan. 

 

Mari kita lihat manfaat konsesi-konsesi tersebut dari satu konsesi tambang - PT Freeport dari Amerika Serikat. Ia menguasai deposit emas terbesar dan tembaga ketiga terbesar didunia - Etzberg dan Grasberg. Cadangan emas Grasberg sebanyak 4,6 milyar gram – menurut laporan Freeport tahun 2004. 

 

Tak heran jika Freeport sejahtera. James Moffett, bos besar Freeport Indonesia,  satu dari sepuluh pria bergaji tertinggi di dunia. Menurut Forbes, penghasilan Moffett mencapai Rp 432 milyar pada tahun 2006. Sementara penduduk Papua hanya bisa mengantongi Rp 2 juta per tahun, bahkan setelah Freeport 37 tahun beroperasi di sana.

 

Itu belum menghitung beban besar yang harus ditanggung Papua: jutaan ton limbah beracun (tailing) yang, sekiranya diekspor ke Jawa, bisa menenggelamkan Jakarta, Depok, dan Bekasi sekaligus. Masing-masing dengan kedalaman lima meter – itu data tahun lalu. 

 

Bagaimana manfaat konsesi-konsesi yang lain? Ada 7 konsesi Hutan Tanaman Industri, 21 konsesi perkebunan skala besar, 65 konsesi penebangan kayu hutan, 15 Kontrak Karya Mineral dan Batubara, juga 29 blok migas? Bagaimana manfaat proyek gas terbesar British Petroleum Tangguh di teluk Bintuni? 

 

Mengapa Papua, yang populasinya tak sampai 1% penduduk Jawa barat ini, Index Pembangunan manusianya - diantaranya dilihat dari tingginya kematian balita dan ibu hamil, berada pada urutan 29 dari 33 propinsi. Kemana perginya kekayaan Papua? (JM)


   
Quote this article in website
Send to friend
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2009 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >
 

INFO KILAT

Tema: Korupsi di sektor pendidikan, kesehatan, pengelolaan sumberdaya alam, pertambangan, migas, penebangan kayu, perkebunan skala besar dan lainnya. Baca selengkap di www.jatam.org/content/blogcategory/55/58/

 

Login Form

AGENDA









logo_saung_125x125.gif

Pojok Lamin

Distamben Kaltim akhirnya meminta PT Fajar Bumi Sakti tidak menggarap ulang blok batu bara yang telah runtuh itu. "Diduga ada kelalaian soal keselamatan pekerja."

Baca lengkapnya di Layanan Publik JATAM (Intranet JATAM)  

RSS dan IKJ

JATAM RSS  - Umpan RSS

atau Daftar Info Kilat Jatam:

Lihat Tampilan

Jaring Pendapat

Siapakah yang paling diuntungkan dengan disahkannya UU Minerba?
 

Photo Show

Photo Galeri
 

Pemirsa Online

Loading Loading...

Buku JATAM

Dampingan Teknis


pesona_pagiku


Dapatkan Buku Terbaru JATAM

Buku JATAM Ini kumpulan kasus-kasus pertambangan, minyak dan gas sepanjang tahun 2001 hingga 2003. Buku ini berisi 99 artikel yang merekam kasus dan isu, mulai ExxonMobile di Aceh hingga tambang Freeport di Papua Barat.

Anda ingin mendapatkan buku ini?