Bangka dan Belitung bagai potret pengelolaan tambang di Indonesia.
Sudah 300 tahun pulau-pulau ini dikeruk timahnya, menyumbang devisa negara dan
melayani kebutuhan dunia. Namun kini ia berkelimpahan kolong-kolong. Sepuluh
tahun lalu, ada 887 kolong yang ditinggal penambang timah. Tak hanya daratan
yang ditambang, sungai dan pesisir tak luput sasaran. Ribuan petani
berubah mata pencaharian menjadi penambang. Bagaimanakah pendapat anda tentang nasib
Bangka Belitung? Ikuti Diskusi Online dan Sampaikan suara anda pada Forum JATAM .
HOME
Undangan Love Monday Discussion 21 April 2008
on Friday, 18 April 2008
Views : 190
“Potret Pertambangan di Indonesia: Belajar dari Bangka Belitung”
Masih ingat Laskar Pelangi? Novel Andrea Hirata ini berlatar belakang pulau Belitung, pulau kecil yang rusak akibat penambangan timah. Setali dengan pulau tetangganya, Bangka.
Sudah 300 tahun pulau-pulau ini dikeruk timahnya, menyediakan devisa negara dan melayani kebutuhan dunia. Kini, ia berkelimpahan kolong-kolong. Ribuan petani beralih mata pencaharian menjadi penambang. Tak hanya daratan yang ditambang, sungai dan pesisir tak luput sasaran. Sepuluh tahun lalu, ada 887 kolong yang ditinggal penambang timah. Bangka Belitung adalah potret pengurusan tambang di Indonesia : Industri keruk di kawasan kepulauan.
Keruk Habis, Obral Murah. Masih menjadi semboyan bangsa ini mengeruk kekayaannya sejak masa orde baru. Mestinya kita belajar dari Bangka Belitung.
JATAM mengundang kawan-kawan media untuk membedah masalah di atas, pada :
Love Monday Discussion
“Potret Pertambangan di Indonesia: Belajar dari Bangka Belitung”
yang dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : Senin, 21 April 2008
Jam : 10.00 – 13.00
Tempat : QB World Book Kemang, Jl. Kemang Raya No. 17
(Samping Hotel Grand Kemang), Jakarta Selatan
Narasumber :
1.Erwiza Erman, Peneliti LIPI : Potret Penguasaan Kekayaan Bahan Tambang di Bangka Belitung
2.Eka Sastra, Staff Ahli Komisi VII DPR RI : Konflik Pengelolaan Kekayaan Tambang di Bangka Belitung
3.Siti Maimunah, Koordinator JATAM : Industri Tambang di Indonesia: Belajar dari Bangka Belitung
Untuk konfirmasi kehadiran, dapat menghubungi : Luluk Uliyah (0815 9480 246)
Di Pulau Sulawesi, masuknya industri tambang di hutan Lindung pulau Kabaena, Toka Tindung dan Siguntu telah meningkatkan kekerasan dan pelanggaran HAM? Haruskah rakyat terus menerus membayar kesalahan SBY karena mengeluarkan PP No 2 tahun 2008?
Bangsa Indonesia telah kehilangan kemandirian nasional. Untuk dapat bangkit kembali, diperlukan pemimpin yang tegas dan berani membatasi penguasaan sumber daya alam oleh perusahaan asing.